11:00 . Macam Ekspresi Peserta UNBK   |   10:00 . UNBK SMK Hari Pertama, 5 Siswa Mengundurkan Diri   |   09:00 . Segera Gelar Puslatkab, KONI Bakal Gandeng Konsultan dari UNESA   |   08:00 . Pertamina: Beli BBM di Mitra Resmi   |   07:00 . Tips Karier: Lakukan 5 Cara Ini Agar Sukses Jadi Girl Boss   |   22:00 . Gelar Salawatan, GP Ansor Ajak Jaga Keutuhan NKRI   |   19:00 . POM Mini Meledak   |   18:00 . Organisasi KBT Bantu Pembersihan Lokasi Pembangunan   |   17:00 . Deklarasi Rabu Putih, GP Ansor Ajak Lakukan ini....   |   16:00 . Babinsa Bersama Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember Bersihkan Lapangan   |   15:00 . 10 Sumur Bor Bakal Dibangun di Lima Kecamatan   |   14:00 . Meski Hujan, 5000 Pasukan Hadiri Apel Kebangsaan   |   13:00 . Pom Mini Terbakar, Pemilik Luka dan Merugi Puluhan Juta   |   12:00 . Anggaran Normalisasi dan Pembuatan Embung Capai Rp1 M   |   11:00 . 2019, Sekolah Tidak boleh Angkat Guru Honorer Lagi   |  
Mon, 25 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 07 November 2018 20:00

Musim Hujan Datang, Petani Gayam Mulai Tanam Padi

Musim Hujan Datang, Petani Gayam Mulai Tanam Padi

Kontributor: Abdul Rokim

 blokBojonegoro.com - Setelah beberapa kali hujan turun dan menandakan bahwa musim penghujan datang, petani yang mempunyai sawah tadah hujan kini mulai menanam padi. 

Petani di Desa/Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro salah satunya. Gayam sendiri mempunyai luas lahan pertanian yaitu 644, 44 Ha dan semuanya merupakan sawah tadah hujan. Jadi para petani hanya mengandalkan pengairan untuk pertanian dari air hujan. 

Salah satu petani yang berhasil ditemui blokBojonegoro.com saat menanam padi, Legi (55) mengatakan, memang di desanya semua mengandalkan hujan untuk menanam padi. 

"Cara bercocok tanam kami berbeda dengan sawah areal, karena harus menunggu turun hujan" ucapnya 

Memang cara menanam padi di desa tersebut berbeda dari sawah arealan, karena mereka menanam dengan teknik melubangi tanah kemudian padi dimasukkan ke dalam lubang tersebut, lalu ditimbun kembali dengan tanah. 

"Kita menyebutnya dengan rancah, jika harus menebar benih dahulu baru ditanam kembali, maka memerlukan waktu yang cukup lama, karena memerlukan air," tambahnya 

Namun memang cara menanam tersebut juga mempunyai risiko, jika tidak turun hujan lagi, maka padi pun tidak dapat tumbuh sempurna. 

"Semoga hujan tetap turun, karena padi yang kami tanam juga memerlukan pengairan," harapnya. [im/lis] 

Tag : petani, hujan, tanam

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more