19:00 . Belasan CJH Bojonegoro Dipastikan Gagal Berangkat ke Tanah Suci   |   18:00 . Jamaah Haji Bojonegoro Bakal Diberangkatkan Mulai 31 Juli   |   17:00 . Puluhan CJH Bojonegoro Termasuk Kelompok Risti   |   16:00 . Jelang Idul Adha, Harga Cabai Merangkak Naik   |   15:00 . Musim Kemarau, Disnakkan Klaim Petani Ikan Sudah Panen   |   14:00 . Laga Kontra Arema Malang United Jadi Uji Coba Terakhir Persibo   |   13:00 . DPD AGPAII Bojonegoro Resmi Dikukuhkan   |   12:00 . Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional, Pertamina Gandeng 5 PTN   |   11:00 . Penetapan Caleg Tepilih, KPU Hanya Diberi Waktu Lima Hari   |   10:00 . Ratusan Guru PAI se-Bojonegoro Ikuti Pembinaan dan Halal Bihalal   |   09:00 . Cinta NKRI, Urus KTP Diusia Senja   |   08:00 . Abimanyu Dilantik Jadi Pj. Sekda Bojonegoro   |   07:00 . Mau Naik Haji? Periksa Kesehatan Ini Sebelum Berangkat   |   22:00 . Awak Media Diminta Keluar Saat Liput Pelantikan, Ini Alasan Bupati   |   21:00 . Bupati Resmi Lantik Pj Sekda Bojonegoro   |  
Sun, 21 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 07 November 2018 20:00

Musim Hujan Datang, Petani Gayam Mulai Tanam Padi

Musim Hujan Datang, Petani Gayam Mulai Tanam Padi

Kontributor: Abdul Rokim

 blokBojonegoro.com - Setelah beberapa kali hujan turun dan menandakan bahwa musim penghujan datang, petani yang mempunyai sawah tadah hujan kini mulai menanam padi. 

Petani di Desa/Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro salah satunya. Gayam sendiri mempunyai luas lahan pertanian yaitu 644, 44 Ha dan semuanya merupakan sawah tadah hujan. Jadi para petani hanya mengandalkan pengairan untuk pertanian dari air hujan. 

Salah satu petani yang berhasil ditemui blokBojonegoro.com saat menanam padi, Legi (55) mengatakan, memang di desanya semua mengandalkan hujan untuk menanam padi. 

"Cara bercocok tanam kami berbeda dengan sawah areal, karena harus menunggu turun hujan" ucapnya 

Memang cara menanam padi di desa tersebut berbeda dari sawah arealan, karena mereka menanam dengan teknik melubangi tanah kemudian padi dimasukkan ke dalam lubang tersebut, lalu ditimbun kembali dengan tanah. 

"Kita menyebutnya dengan rancah, jika harus menebar benih dahulu baru ditanam kembali, maka memerlukan waktu yang cukup lama, karena memerlukan air," tambahnya 

Namun memang cara menanam tersebut juga mempunyai risiko, jika tidak turun hujan lagi, maka padi pun tidak dapat tumbuh sempurna. 

"Semoga hujan tetap turun, karena padi yang kami tanam juga memerlukan pengairan," harapnya. [im/lis] 

Tag : petani, hujan, tanam

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat