16:00 . Usulan Tim PPKD Masih Dikaji Pemkab Bojonegoro   |   15:00 . Mandiri, Penerima Manfaat PKH ini Mengundurkan Diri   |   14:00 . Genjot Infrastruktur Jalan, Perlu Upaya Percepatan   |   13:00 . Beri Manfaat, BBS Bantu Masyarakat di Lokasi Sumur Tua   |   12:00 . Lapas Bojonegoro Akui Kesulitan Pendataan e-KTP Warga Binaan   |   11:00 . Puluhan Warga Binaan Lapas Ikuti Perekaman KTP Elektronik   |   10:00 . Warga Binaan Lapas Ikuti Perekaman e-KTP   |   09:00 . Inilah Syarat Mengajukan Santunan Kematian   |   08:00 . Disosialisasikan, Program Santunan Kematian Diharapkan Tepat Sasaran   |   07:00 . Hal-hal yang Merusak Manfaat Berolahraga   |   06:00 . Janji Bupati Anna, Inilah Manfaat Kartu Pedagang Produktif   |   22:00 . Lagi-Lagi, Damkar Berantas Sarang Lebah yang Resahkan Warga   |   21:00 . Komisi A Ingatkan Netralitas Bawaslu dalam Penindakan Pelanggaran   |   20:00 . 15 Atlet Akan Perkuat Tim Basket Bojonegoro pada Porprov 2019   |   19:00 . IB Gratis Solusi Stabilkan Ketersedian Sapi   |  
Thu, 17 January 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 07 November 2018 20:00

Musim Hujan Datang, Petani Gayam Mulai Tanam Padi

Musim Hujan Datang, Petani Gayam Mulai Tanam Padi

Kontributor: Abdul Rokim

 blokBojonegoro.com - Setelah beberapa kali hujan turun dan menandakan bahwa musim penghujan datang, petani yang mempunyai sawah tadah hujan kini mulai menanam padi. 

Petani di Desa/Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro salah satunya. Gayam sendiri mempunyai luas lahan pertanian yaitu 644, 44 Ha dan semuanya merupakan sawah tadah hujan. Jadi para petani hanya mengandalkan pengairan untuk pertanian dari air hujan. 

Salah satu petani yang berhasil ditemui blokBojonegoro.com saat menanam padi, Legi (55) mengatakan, memang di desanya semua mengandalkan hujan untuk menanam padi. 

"Cara bercocok tanam kami berbeda dengan sawah areal, karena harus menunggu turun hujan" ucapnya 

Memang cara menanam padi di desa tersebut berbeda dari sawah arealan, karena mereka menanam dengan teknik melubangi tanah kemudian padi dimasukkan ke dalam lubang tersebut, lalu ditimbun kembali dengan tanah. 

"Kita menyebutnya dengan rancah, jika harus menebar benih dahulu baru ditanam kembali, maka memerlukan waktu yang cukup lama, karena memerlukan air," tambahnya 

Namun memang cara menanam tersebut juga mempunyai risiko, jika tidak turun hujan lagi, maka padi pun tidak dapat tumbuh sempurna. 

"Semoga hujan tetap turun, karena padi yang kami tanam juga memerlukan pengairan," harapnya. [im/lis] 

Tag : petani, hujan, tanam

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:30

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more