17:00 . Bengawan Solo Menghijau Penuh Eceng Gondok   |   16:00 . Agrowisata Belimbing Olah Belimbing Menjadi Kuliner Unik   |   15:00 . Petani Ngulanan Dander Panen Raya, Harga Gabah Tinggi   |   14:00 . Sejumlah Fasilitas Baru Dibangun Perlancar Lalu Lintas di Bojonegoro   |   13:00 . 31 Jembatan Jadi Tantangan Moving Alat Jumbo JTB   |   12:00 . Dishub Pasang Paku Marka di Jalan Protokol Bojonegoro   |   11:00 . Satu Alat Sampai Lokasi JTB, Masih ada 5 Lagi, Ini Jadwalnya   |   10:00 . Alat JTB Kedua Sampai di Jembatan Timbang Baureno   |   09:00 . Sempat Bikin Heboh, Alat Berat JTB Sampai Lokasi   |   08:00 . Desa Bondol Punya Sentra Produk Kayu Jati   |   07:00 . Tips buat Orang Tua yang Merasa Sudah Over Protektif pada Anak   |   22:00 . Cuaca Tidak Menentu Petani Ngambon Pasrah   |   21:00 . Hujan Angin, Kota Bojonegoro Berduka   |   20:00 . Para Pemuda Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa   |   19:00 . 5 Gapoktan di Ngambon Terima 9 Ton Benih Jagung Hibrida   |  
Sun, 08 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 18 December 2018 14:00

79 Madin Tak Bisa Terima Bantuan Tahun 2018 ini

79 Madin Tak Bisa Terima Bantuan Tahun 2018 ini

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Sebanyak 79 lembaga Madrasah Diniyah (Madin), dipastikan gagal tidak bisa menerima Bantuan Penyelenggara Pendidikan Diniyah Dan Guru Swasta (BPPDGS) tahun 2018 ini, karena ada beberapa kendala.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, M Ibnu Soeyuti.Menurutnya gagalnya 79 lembaga madin itu, dikarenakan ada kekeliruan dan ketidaksesuaian dengan data yang diterima, sehingga anggaran BPPDGS itu tidak bisa dicairkan.

"Selain ada kekeliruan dalam penlisan, adapula lembaga madin juga yang kekurangan persyaratan seperti tidak menyertakan Surat Keterangan Terdaftar (SKT)," ucapnya saat ditemui blokBojonegoro.com, Selasa (18/12/2018).

Pria asli Sumenep tersebut mengungkapkan BPKAD itu tugasnya hanya mencairkan dana berdasarkan data yang sesuai baik nama, alamat dan lembaga madin itu, pastinya dengan data yang telah diterimanya, namun apabila data itu ada yang tidak sesuai, pastinya pihaknya tidak bisa mencairkannya.

"Seharusnya data penerima itu BPPDGS, diteliti dulu, sebelum mencairkannya, terlebih lagi itu juga kan sudah melalui verifikasi data baik dari Kemenag maupun Dinas Pendidikan Bojonegoro," cakap Ibnu.

Dihubungi secara terpisah, Kasi Pontren, Kemenag Bojonegoro, M Abdulloh Hafidz membenarkan 79 lembaga madin yang mengalami kendala teknis sehingga puluhan madin itu terancam tidak bisa mencairkan dana BPPDGS itu.

Permasahan itu, Disdik Bojonegoro dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro tetap akan terus mengupayakan kepada 79 lembaga Madin itu, agar bisa segera menerima bantuan tersebut sebelum akhir tahun, bahkan saat ini Forum Komunikasi Diniyah Takmiriah (FKDT) kecamatan turut membantu agar BPPDGS itu bisa diterima oleh lembaga madin.

"Namun kebijakan pencairan BPPDGS itu, tetap dipihak BPKAD," ungkap Hafidz.[saf/ito]

Tag : madin, bantuan, bpkad


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat