22:00 . Semakin Dewasa, Ini Harapan Bupati untuk blokBojonegoro.com   |   21:00 . Sewindu, blokBojonegoro Ingin Kampanyekan Internet Positif ke Pelajar   |   20:00 . Live Streaming Sewindu blokBojonegoro.com   |   18:00 . Serunya Gladi Resik Anniversary Ke-8 blokBojonegoro   |   17:00 . Polres Gelar Doa Bersama dengan Anak Yatim Jelang Pilkades   |   16:00 . Selama 5 Tahun, DLH Target 491 Pendirian Bank Sampah   |   14:00 . Semester Pertama, Gepeng Dominasi Pelanggar Ketertiban   |   13:00 . Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar   |   11:00 . Pendaftaran Ditutup, 14 SMK Tak Penuhi Pagu Siswa   |   10:00 . Sepekan, Akhirnya Sampai di Kantor PBNU   |   09:00 . Penderita Penyakit Kronis Bakal Mendapat Bantuan?   |   08:00 . Hampir Setiap Hari Ada Pemohon Paspor untuk Umroh   |   07:00 . Lebih Baik Mana, Membiarkan Anak Main di Dalam atau Luar Rumah?   |   19:00 . Saksikan Mahakarya Cinta Live Streaming   |   18:00 . Berikan Manfaat Lebih, Peserta JKN-KIS Terus Meningkat di Setiap Bulan   |  
Tue, 25 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 03 January 2019 07:00

Resolusi Tahun Baru Sering Gagal, Apa yang Harus Dilakukan?

Resolusi Tahun Baru Sering Gagal, Apa yang Harus Dilakukan?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tahun baru identik dengan resolusi atau target-target hidup yang juga baru. Kita kerap menuliskan sederet harapannya di kertas atau media lainnya, berharap di akhir tahun nanti, banyak tanda centang yang bisa disematkan tanda keberhasilan pada deret mimpi yang pernah dibuat.

Sayangnya, masih banyak resolusi-resolusi yang pada akhirnya justru gagal dan tidak berhasil dicapai. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Dilansir dari Entrepreneur.com, CEO konsultan bisnis international Biztuition, Julie Christopher, menyebut gagalnya resolusi di sebuah tahun diakibatkan banyaknya daftar target yang dituliskan oleh seseorang.

Julie menyebut, hanya sekitar 9,2 persen orang yang berhasil mencapai resolusi tahun barunya dan mengubah gaya hidup buruknya di masa lalu.

"Kita terlalu banyak menuliskan resolusi dan tujuan. Ini melahirkan terlalu banyak harapan dan tujuan-tujuan yang tidak realistis," kata Julie.

"Akhirnya, kita berusaha mencoba banyak hal dalam satu waktu dan memaksa emosi kita untuk tetap memiliki motivasi tinggi hingga semua tercapai," tuturnya.

Lalu bagaimana seharusnya sebuah resolusi tahun baru itu disusun?

"Ubah satu kebiasaanmu yang bisa menciptakan perubahan di banyak bagian," ujar Julie.

Dengan tidak menaruh banyak daftar target, maka fokus kita menjadi lebih baik untuk mencapainya. Namun, pastikan sedikit target yang ditentukan merupakan kunci untuk mencapai target-target selanjutnya.

Bedasarkan penelitian dari University College London, perubahan membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran. Setidaknya 66 hari dibutuhkan untuk benar-benar bisa meninggalkan kebiasaan lama.

Sebenarnya proses mengubah kebiasaan tidak berbentuk aktivitas, namun menyuntikkan pola-pola baru ke dalam pikiran. Jika pikiran sudah tertanam konsep atau pola baru, maka kebiasaan dan tindakanmu akan mengikuti dengan sendirinya.

Untuk membuat diri Anda selalu termotivasi, jangan segan memberikan hadiah-hadiah kecil kepada diri sendiri apabila berhasil melakukan perubahan yang positif, meskipun hanya perubahan kecil.

Hal lain yang menyebabkan seseorang gagal mengantar dirinya sendiri ke tahap yang lebih tinggi adalah adanya keajegan pola yang mereka jalani. Sehingga, mereka akan mendapatkan hasil yang tidak berbeda dengan yang pernah mereka dapatkan.

"Orang-orang melakukan hal yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, ada yang salah di sini," ujar Julie.

Terakhir, Julie membeberkan rahasia yang dilakukan oleh orang-orang sukses pada dirinya sendiri. Setidaknya terdapat 21 hal yang banyak dilakukan oleh orang-orang hingga akhirnya mereka mendapatkan kesuksesan.

Orang sukses menaati jurnal, berbicara di depan cermin, merenung, membaca, mengalahkan rasa takut, meyakini kegagalan bagian dari sukses, membaur hanya dengan orang-orang positif, mengatur intensi, berbicara dengan alam semesta.

Mereka juga bersyukur, memiliki prioritas waktu, tidak meributkan hal kecil, fokus pada hal yang dapat dikontrol, aktif mendengarkan, menikmati uang sebagai hasil dari usaha.

Selanjutnya, mereka tidak mengandalkan keberuntungan, suka bersenang-senang dan merayakan sesuatu, memaafkan diri sendiri dan orang lain, tidak pernah menyerah tapi akan berubah jika diperlukan, tidak membuat keputusan emosional, dan mendengarkan intuisinya

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 24 June 2019 13:00

    Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar

    Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar omunitas Kita Belajar Menulis (KBM) Bojonegoro menggelar halal bihalal sekaligus kopi darat keempat. Acara tersebut dilaksanakan di kediaman salah satu rumah Anggota KBM, Roni Hardiawan, di Dusun Bakalan, Kepohbaru Bojonegoro....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more