20:00 . Aksi Para Santri Belajar Jadi Jurnalis   |   19:00 . Besok, 8.500 Santri dan Pelajar Upacara HSN 2019 di Alun-alun   |   18:00 . 30 Penyandang Difabel Diskusi Meningkatkan Produksi Chip Mocaf   |   17:00 . Geliat Meningkat, Eksportir Lirik UMKM Bojonegoro   |   16:00 . Tak Hanya Sekadar Kirab, 3.600 Santri Attanwir Tampilkan Kreatifitas   |   15:00 . Meriahkan Hari Santri, PonPes Attanwir Gelar Kirab Santri   |   14:00 . Wow....!! 3.600 Pelajar Sekolah Ini Pawai HSN 2019   |   13:00 . Koramil Baureno Kerja Bakti Bersih Rumah Terbakar bersama Warga   |   12:00 . Setelah ke China, Keripik Bojonegoro Diekspor ke Timur Tengah   |   11:00 . Inilah Tiga Urutan Hasil Test Calon Sekda Bojonegoro   |   10:00 . Sisa Satu Laga, Ini Komentar Pelatih Pasca Imbang Lawan PSG   |   09:00 . Persibo Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah 16 Besar Liga 3 Jatim   |   08:00 . Sinergi Dengan Pemkab, DPRD 'Ambyar' Digrebek Jonegaran   |   07:00 . Riset: Kanker Payudara Semakin Banyak Terjadi di Perempuan Usia Muda   |   21:00 . Upacara HJB ke-342, Pemkab Bojonegoro Berikan Penghargaan   |  
Tue, 22 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 04 January 2019 07:00

7 Cara Berhenti Mengeluh Agar Lebih Bahagia

7 Cara Berhenti Mengeluh Agar Lebih Bahagia

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Secara sadar maupun tidak, banyak dari kita yang sering mengeluh. Mulai dari hal terkecil seperti kemacetan, rekan-rekan kerja yang tidak maksimal dalam bekerja, kesalahan yang dilakukan anggota keluarga, dan lainnya.

Psikolog Susan Albers, PsyD mengatakan bahwa mengeluh sebetulnya seperti virus. Tidak ada yang senang berdekatan dengan orang yang gemar mengeluh.

"Penting untuk menjauhkan diri dari orang yang suka mengeluh," kata Dr. Albers seperti dilansir dari Cleveland Clinic.

Namun, menghentikan kebiasaan mengeluh tidaklah mudah. Banyak dari kita yang lahir dengan bias negatif.

"Banyak dari kita yang cenderung fokus pada hal-hal yang tidak benar dan negatif daripada memperhatikan hal-hal yang benar di sekitar kita," ujarnya.

Bagaimana denganmu, apakah mengeluh sudah menjadi kebiasaanmu? Nah, sda beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi kebiasaan mengeluh tersebut:

1. Cobalah lihat hal yang kamu keluhkan dengan perspektif luas. Apakah hal tersebut akan berpengaruh terhadap lima menit, lima bulan, atau lima tahun kehidupanmu? Cukuo besarkah hal itu untuk dikeluhkan?

2. Lihatlah lebih dalam. Apa masalah yang membuatmu mengeluh? Apakah hal itu tentang isu besar dalam hidupmu? Kamu bisa meluangkan waktu sekitar lima menit untuk mendalami keluhanmu. Nantinya kamu mungkin akan menyadari apa yang membuatmu kesal dan mengeluh itu sebenarnya tak seberapa.

3. Buatlah ini menjadi semacam permainan. Kamu bisa menggunakan benda seperti gelang karet. Setiap kali kamu menyadari dirimu mengeluh, pindahkan gelang tersebut ke sisi lain.

"Targetnya adalah 30 hari dengan gelang karet tersebut di tangan yang sama," kata Psikolog Scott Bea, PsyD.

4. Pilihlah saluran yang tepat. Bijaklah dalam memilih siapa orang yang akan kamu bagikan informasi atau keluhan. Misalnya, teman atau keluarga lewat email atau telepon. Jangan pernah mengeluh di media sosial.

5. Pastikan tujuan keluhanmu jelas sehingga kamu bisa mencari solusinya. "Kunci dari berbagi keluhan adalah agar komplain tersebut bermanfaat dan tidak sekedar mengkiritik," kata Dr. Albers.

6. Temukan sisi positif dari keluhanmu. Jika kamu mulai mengeluh, akhiri dengan hal yang positif. Sebab jika tidak, orang-orang akan melupakan pesan dari keluhanmu sepenuhnya.

7. Mulailah bersyukur. Ingatlah setiap hari tentang hal-hal yang membuatmu bersyukur, tak peduli sekecil apapun itu.

"Jika hal negatif sudah menjadi kebiasaan, menjaga diri untuk terus bersyukur bisa mulai mengubahmu menjadi pribadi yang lebih baik dan positif," kata Dr. Bea.

"Membiasakan diri bersyukur juga akan membuat kita mebjadi pribadi yang gemar bersyukur dalam hidup."

Mengubah perspektif, termasuk dalam hal mengeluh, membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak sebentar.

Hal ini membutuhkan ketekunan untuk belajar melepaskan hal-hal kecil.

Dengan usaha lebih, kita bisa mengalihkan perhatian tersebut untuk hal-hal yang lebih baik di sekitar kita. Dan, kita juga nantinya akan merasakan kebahagiaan muncul ke dalam hari-hari kita.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat