20:20 . 15 Atlet Akan Perkuat Tim Basket Bojonegoro pada Porprov 2019   |   19:00 . IB Gratis Solusi Stabilkan Ketersedian Sapi   |   18:00 . Tim PPKD Diusulkan, SK Bupati Belum Turun   |   17:00 . Palang Pintu Rel Kereta Bisa Dibangun, Jika...   |   16:00 . Penerima Kartu Pedagang Produktif Harus Terverifikasi   |   15:00 . Komisi A DPRD Rapat Kerja dengan Bawaslu Bojonegoro   |   14:00 . KBM IAI Sunan Giri Galang Dana untuk Korban Bencana   |   13:00 . Target KPP 2019 Sebanyak 5.000 Kartu   |   12:00 . Bupati Anna: KPP Bisa Memudahkan Akses Para Pedagang   |   11:00 . Ratusan Pedagang Hadiri Launching Kartu Pedagang Produktif   |   10:00 . Geser Rokan, Produksi Minyak Blok Cepu Tertinggi di RI   |   09:00 . Inilah Tiga Item Anggaran Diselewengkan   |   08:00 . Minim Sarpras dan Siswa, 2 SMA Gabung Sekolah Lain   |   07:00 . Konsumsi "Obat Kuat" Pria Berisiko Ganggu Penglihatan   |   06:00 . Setiap Tahun Tanah Bojonegoro Bergeser 3,3 Milimeter   |  
Wed, 16 January 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 11 January 2019 14:00

Lelang Jabatan Kepala Dinas

Nilai Tertinggi Belum Pasti Jadi Kadin?

Nilai Tertinggi Belum Pasti Jadi Kadin?

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Nilai tertinggi Peserta Pengisian Jabatan Tinggi (JPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro belum pasti menjabat sebagai Kepala Dinas. Lantaran masih akan diseleksi Pejabat Pembina Kepegawaian.

Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama, Djoko Lukito mengatakan, tiga peserta yang memiliki nilai tertinggi Memenuhi Syarat (MS) atau Masih Memenuhi Syarat (MMS) akan dipilih salah satu oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.

"Dalam hal ini, Pejabat Pembina Kepegawaian adalah Bupati Bojonegoro," kata Djoko Lukito kepada blokBojonegoro.com, Jumat (11/1/2019).

Artinya, kata dia, hasil akhir seleksi terbuka pengisian JPT Pratama yang memiliki nilai tertinggi belum pasti menjadi Kepala Dinas (Kadin) yang dilamar. Ada lima peserta yang nilainya tertinggi dari masing-masing Kadin.

Nilai tertinggi pengisian jabatan Kadin Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang diraih, Heri Widodo, dengan total nilai 193.93. Nilai tertinggi pengisian jabatan Kadin Pemberdayaan Masyarakat Desa diraih, Machmuddin, total nilai 246.48.

Sementara, Nilai tertinggi pengisian jabatan Kadin Perdagangan diraih, Agus Haryana, dengan total nilai 232.83. Nilai tertinggi pengisian jabatan Kadin Perpustakaan dan Kearsipan diraih, Fajar Yudhi Hartanto, dengan total nilai 257.61.

Sedangkan, Nilai tertinggi pengisian jabatan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan diraih, Nursujito, dengan total nilai 250.95. Saat ini, masih menunggu pemilihan dari Pejabat Pembina Kepegawaian.

"Setelah dipilih, kemudian baru akan diangkat menjadi Kepala Dinas," pungkasnya. [yud/col]

Tag : kadin, nilai, jpt

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:30

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more