16:00 . Bangun Sinergitas Babinsa Ngambon Bantu Warga Atasi Longsor   |   15:00 . Pengenalan Keselamatan Berlalu Lintas, Begini Cerita Tino Voigt   |   14:00 . Sukarelawan EMCL Kerjabakti di Desa Ngraho   |   13:00 . Kunjungi Omah Jamur di Ngraho, Icipi Olahan Jamur Tiram   |   12:00 . Keren...!!! Belajar dari Internet, Pemuda Bojonegoro Berhasil Buat Sepeda Listrik   |   11:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Longsor   |   10:00 . Aksi Program Relawan ExxonMobil di Desa Ngraho   |   09:00 . 1 April 2020, Parkir Berlangganan Mulai Diterapkan   |   08:00 . Musim Panen, Jasa Perontok Jagung Kebanjiran Sewa   |   07:00 . 4 Stereotip Wanita Karier yang Harus Diubah   |   19:00 . Bisnis Sosial Raup Keuntungan Sekaligus Bantu Sesama   |   18:00 . Produksi Jagung di Bojonegoro Selalu Lebihi Target   |   17:00 . Mendagri Tito: Budaya Amplop Harus Hilang dari Pelayanan Publik Pemerintah   |   16:00 . Bulog Belum Lakukan Penyerapan Komoditi Jagung, Begini Penjelasannya...   |   15:00 . Petani Masyarakat Samin Panen Raya Bareng Gubernur Jatim   |  
Wed, 26 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 31 January 2019 13:00

Bakso Legendaris, Dulu Rp500, Sekarang Masih Murah

Bakso Legendaris, Dulu Rp500, Sekarang Masih Murah

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Bakso merupakan kuliner yang sangat digemari oleh masyarakat, terkhusus di Kota ledre Bojonegoro, pun tak sedikit dari warganya yang membuka usaha kuliner tersebut.

Salah satunya Agus, penjual bakso asal Desa Sarangan Kecamatan Kanor. Ia mengaku, telah merintis usaha kuliner bakso tersebut sejak tahun 1997 silam.

"Usaha kuliner ini merupakan bisnis turun temurun dari keluarga," ucap Agus.

Ia menjelaskan, awal mula membuka lapak dengan Ibunya di Desa Canga'an Kecamatan Kanor, lalu ia membuka warung sendiri di pertigaan samping gapura Desa Sarangan hingga sekarang.

Tak hanya bakso, Agus juga menjual mie ayam, dan harganya pun cukup bisa dibilang murah, ia hanya mematok harga Rp3.000 per bungkus.

"Awal buka dulu tahun 1997 saya patok dengan harga Rp500, sampai sekarang tahun 2019 hanya Rp3.000. Namun jika ada pembeli yang memesan di bawah harga tersebut tetap dilayani," jelasnya sembari meracik bakso, Kamis (31/1/2019).

Sementara itu, Ayu salah satu pelanggan asal Sumberrejo mengatakan, dirinya kerap membeli bakso ketika sore hari. Ia mengaku sangat gemar menyantap kuliner bakso yang satu ini. Pasalnya selain harganya murah meriah, rasanya pun tak kalah nikmat dengan bakso di luar yang harganya dua kali lipat dengan bakso racikan Agus.

"Yang membuat nikmat lagi adalah suasana di sekitar warung yang dekat dengan area persawahan ditambah angin sepoi-sepoi menambah syahdu suasana," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com. [lin/mu]

Tag : bakso, mie ayam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat