10:00 . Rumah Kreatif Mojodeso Produksi Cat dari Limbah Banner dan Batik   |   09:00 . Ditetapkanya Syamsul Hadi, PMII Berharap Tak Berhenti di Kasus Inspektorat   |   08:00 . Dari Status Facebook Jadi Buku   |   07:00 . Membedakan Kekuatan dengan Bakat Diri   |   22:00 . HMP PPKn Adakan Seminar Bertema Payung Hukum Bagi Tenaga Didik   |   21:00 . Pemkab Bojonegoro Beri Santunan untuk yang Meninggal Dunia   |   20:00 . Ditetapkan Tersangka, Kepala Inspektorat Terancam Hukuman ini   |   19:00 . PEPC Setor Pajak Rp 8,08 Triliun   |   18:00 . Ditutup, 57 Pendaftar KPU Bojonegoro Siap Berkompetisi   |   17:00 . Guna Perkuat Data, Kejari Bojonegoro Juga Datangkan 7 Ahli   |   16:30 . 8 Hari Team IT Ario Sighat Selesaikan Rekapitulasi, ini Hasilnya...   |   16:00 . Jalan Rusak, Warga Peringatkan Pengguna Jalan dengan Banner   |   15:00 . Diperiksa 5 Jam, Kepala Inspektorat Langsung Ditahan   |   14:00 . Diduga Ada Pemilih Ganda, Demokrat Laporkan Dua TPS di Ngasem   |   12:00 . Rangkaian HUT BUMN, Pertamina Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi   |  
Fri, 26 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 07 February 2019 15:00

Pasangan Lansia ini Tetap Produktif Bekerja Mseki Usia Senja

Pasangan Lansia ini Tetap Produktif Bekerja Mseki Usia Senja

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Sulikah dan Kasman adalah suami istri warga Dusun Anting-anting, Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Meski sudah usia senja, mereka tetap produktif bekerja.

Usia Kasman sekitar 80 tahun, sedangkan istrinya Sulikah berumur 65 tahun. Meski usia keduanya sudah masuk lanjut usia (lansia) namun sehari-hari ia masih produktif memproduksi kerupuk pati dan loyang.

Kerupuk pati adalah kerupuk yang berbahan baku tepung singkong. Kerupuk ini lima tahun terakhir sudah jarang dapat ditemui di pasaran. Namun Mbah Sulikah Istiqomah memproduksi kerupuk anti kolesterol ini.

"Gorenge damel pasir mboten damel lengo (gorengnya pakai pasir kerupuk patinya bukan minyak goreng),"  katanya terbata-bata.

Usaha Mbah Sulikah dari hari ke hari terus berkembang. Kerupuk pati yang notabene jaya tahun 90-an, namun hingga kini kerupuk dia masih bertahan dan diminati para pelanggannya.

"Kulo sade ten peken Kanor (saya jual di pasar Kanor)," ujarnya sambil menggoreng kerupuk di tungku.

Seiring usahanya terus berkembang, Mbah Sulikah dan suami setahun terakhir bertambah bahagia. Keduanya mendapat sokongan dana dari pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dibawah Kementerian Sosial Republik Indonesia tahun 2017 lalu.

"Alhamdulillah angsal bantuan PKH saget damel tambah modal usaha (Alhamdulillah dapat bantuan uang PKH bisa buat nambah modal usaha)," katanya sumringah.

Jika dua tahun sebelumnya, kata dia, produksinya hanya satu kilo bahan mentah perhari, namun saat ini bisa sampai dua tiga kilo per hari. Dengan begitu, omset yang didapat Mbah Sulikah juga meningkat.

Nek Sulikah dan nek Kasman sadar jika usianya sudah tua. Namun keduanya masih sehat, sehingga sehari-hari terus beraktifitas secara produktif. Keduanya tinggal di rumah sederhana yang terbuat dari kayu bambu berukuran 4x8 meter.

Proses pembuatan kerupuk pati oleh Mbah Sulikah dimulai siang hari setelah dia pulang dari berjualan di pasar Kanor. Proses pengadukan bahan baku hingga penjemuran dilakukan sendirian.

Sorenya proses penggorengan dilakukan, selanjutnya malam hari pengemasan. Saat pengemasan itulah Mbah Sulikah dibantu Mbah Kasman.

Selain membuat kerupuk pati, Mbah Sulikah juga membuat kerupuk loyang. Kerupuk ini lebih modern, karena penggorengannya menggunakan minyak goreng. Namun bentuknya hampir sama dengan kerupuk pati.

Setiap harinya Mbah Sulikah memproduksi 500 lebih bungkus kerupuk. Harga perbijinya hanya Rp 500 rupiah, namun oleh dia dipaket Rp 5 ribuan. Dalam sehari nek Sulikah bisa mengantongi laba Rp 70 hingga Rp 100 ribu.

"Ini sudah lebih dari cukup, bisa menyisihkan sedikit dari hasil penjualan untuk ditabung," tutupnya. [yud/ito]

Tag : pasangan, manula, kanor, produktif, kerja

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more