22:00 . DPRD Pertanyakan Kesiapan Dinkes Tanggulangi Corona   |   21:00 . Gerakan #DiRumahAja Cenderung Setengah Hati, ini yang Bisa Dilakukan   |   20:00 . Sejumlah Komoditi Alami Penurunan Harga, ini Sebabnya   |   19:00 . Respon Instruksi Bupati, Pertamina EP Asset 4 Salurkan Bantuan ke Dinkes   |   18:00 . Gedung Pusdiklat Dander Bakal Jadi Rumah Sakit Sementara   |   17:00 . Peduli Saat Social Distancing, Bagi-bagi Nasi Bungkus   |   16:00 . 10 Orang Selesai Pemantauan, 44 Orang Dinyatakan ODP   |   15:00 . Waspada Kecelakaan, Tambah 2 Palang Pintu KA di Kapas dan Kalitidu   |   14:00 . Suwarto: Kampung Lontong Lodeh Ditutup Sementara   |   13:00 . 18 Perjalanan Kereta Dibatalkan   |   12:00 . Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh   |   11:00 . Dampak Corona, Omzet Pedagang Lontong Lodeh Turun   |   10:00 . Pelantikan Kepala Desa Digelar Online di Masing-Masing Kecamatan   |   09:00 . Cegah Penyebaran Corona, Kapolres Bersama Bupati Sidak Pasar   |   07:00 . 4 Hal yang Bisa Dilakukan agar Tak Kepikiran soal Masa Lalu Pasangan   |  
Tue, 31 March 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 09 February 2019 14:00

Waspada Demam Berdarah

Dinkes Anggarkan Rp1,5 M untuk Basmi DB

Dinkes Anggarkan Rp1,5 M untuk Basmi DB

Reporter: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro bakal menambah mesin fogging, bahan kimia dan pupuk untuk menanggulangi penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB) di Kota Ledre.

Akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini cukup fatal, maka perlu uapaya pencegahan secara serius oleh pemerintah setempat. Karena itu, tahun ini peralatan yang mendukung upaya pencegahan DB perlu ditambah.

Anggaran belanja nilainya cukup besar, sekitar Rp1,5 miliar lebih (Rp1.512.550.000) anggaran yang bersumber dari Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2019.

Rinciannya, belanja mesin fogging swimfog sebesar Rp600 juta lebih (Rp624.140.000) dan belanja bahan kimia dan pupuk sebesar Rp800 juta lebih (Rp888.140.000) yang akan dibagikan ke seluruh Puskesmas.

"Tahun ini pengadaan 19 mesin fogging," kata Kadinkes Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, kepada blokBojonegoro.com, Sabtu (9/2/2019).

Ia mengatakan, semua Puskesmas di Kabupaten Bojonegoro sudah memiliki mesin fogging, bahan kimia dan pupuk untuk memberantas persebaran penyakit DB. Namun demikian, harus tetap ditambah.

"Mengingat setahun terakhir penyebaran DB di Bojonegoro cukup mengkhawatirkan," ujarnya menjelaskan.

Terlebih, beberapa waktu lalu Kabupaten Bojonegoro menempati urutan ke tiga kasus 'Kematian Akibat Demam Berdarah' se-Jawa Timur. Ditambah, Januari kemarin ada empat orang meninggal akibat DB.

"Masyarakat Bojonegoro harus tetap waspada," pungkas Kadinkes. [yud/mu]

Tag : dinkes, demam berdarah, dbd


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat