12:00 . AMSI Himbau Publik Baca Berita Dari Sumber Dipercaya   |   11:00 . Bunda Belanja, Anak-anak Bermain   |   10:00 . 172 Jabatan Sekdes Kosong, Pemilihan Wewenang Desa   |   08:00 . Aula Belajar Maslakul Huda Resmi Dibuka untuk Kegiatan Belajar Mengajar   |   07:00 . Ada Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung? Lakukan Ini...   |   00:00 . Teguhkan Komitmen Pada Muhammadiyah Melalui Baitul Arqom   |   23:00 . BPD dari 13 Desa di Kecamatan Kapas Dilantik   |   22:00 . Aksi 22 Mei, Penumpang KA Jurusan Jakarta Diperiksa   |   21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |   17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |  
Wed, 22 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 05 March 2019 15:00

Legendaris, Gado-gado Pak Yun Ada Sejak 1978

Legendaris, Gado-gado Pak Yun Ada Sejak 1978

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com  -  Jika anda melintas di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya lewat depan SMAN 1 Bojonegoro, ada gerobak gado-gado warna kuning dan coklat bertuliskan Pak Yun.

Usaha gado-gado legendaris itu, yang sudah ada sejak tahun 1978, sekitar tahun 7 tahun diteruskan oleh putranya. "Bapak jualan sudah sejak tahun 1978, bahkan sebelum saya lahir," terang Miftahul Huda, anak laki-laki Pak Yun.

Huda menambahkan, meskipun sudah digantikan olehnya, Pak Yun yang memiliki nama lengkap Mariyun ini masih tidak mau diam. Hingga saat ini, Pak Yun masih membantu anaknya untuk membuat gado-gado untuk dijual.

"Meskipun saya sendiri juga sudah bisa buat, bapak masih suka bantu buat, bahkan kadang masih sering gantikan saya saat sholat duhur," cerita Huda.

Biasanya, Huda berjualan gado-gado mulai pukul 09.30 WIB, dari Ledokwetan tempat tinggalnya dengan membawa gerobak dan berkeliling sekitar kota hingga gado-gado dagangannya habis.

"Terkadang sampai jam 2, pernah juga sampai jam 4 sore, kalau habis ya bisa jual sekitar 200 porsi." imbuh Huda saat ditemui blokBojonegoro.com.

Dari 200 porsi setiap hari yang dijual seharga Rp10.000 per porsi, modal yang digunakan setiap hari kisaran Rp1 jutaan, dan huda bisa membawa pulang uang sejumlah Rp2 juta, sebagai laba kotor. [aim/ito]

Tag : Gado-gado, pakyun, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat