Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 14 March 2019 15:00

Hidroponik, Solusi Penyuka Tanaman Minim Lahan

Hidroponik, Solusi Penyuka Tanaman Minim Lahan

Pengirim: Iskak Riyanto, SP

blokBojonegoro.com - Beberapa tahun terakhir, budidaya tanaman hidroponik (bertanam dengan media air) mulai banyak diminati di Kota Ledre. Walau tidak mempunyai lahan yang luas penghobi tanam menanam masih bisa membudidaya sayuran beraneka macam sesuai selera. Hal ini dilakukan pula oleh Indhah Sulistyorini, warga Desa/Kecamatan Malo.

Menurut Indhah yang juga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kasiman itu, kelebihan hidroponik antara lain ramah lingkungan, hemat air, efisiensi tenaga dan waktu, tidak membutuhkan tempat yang luas, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas tanaman terjaga, juga tidak mengenal musim. 

Indah menerangkan, cara membuat tanaman hidroponik sangat mudah, khususnya yang sistem sumbu (wick system). Pertama siapkan rokwool (media untuk akar) ukuran 2 cm x 2 cm x 2 cm yang sudah dibasahi air, buat lubang di tengahnya untuk tempat benih. Setelah benih tumbuh kemudian diletakan di netpot (bisa menggunakan gelas minuman bekas ) yang dihubungkan dengan sumbu ke dalam wadah/bak yang berisi air campuran nutrisi ( pupuk khusus hidroponik). Letakan di lokasi yang terkena sinar matahari. Air dan nutrisi harus tercukupi, bila berkurang harus ditambah lagi. Untuk menambah oksigen air harus sering diobok-obok atau diaduk-aduk agar tidak terjadi busuk akar.

"Sayuran yang bisa di hidroponikan mulai sawi, kangkung, selada, tomat, cabai, kembang kol, mentimun dan lain-lain," tambah PPL yang sangat enerjik itu, Senin (14/3/2019). 

Karena keahlianya ini Indhah juga sering diundang berbagai lembaga sekolah atau komunitas untuk memberikan pelatihan hidroponik. Tanamanya juga selalu ditampilkan di stand Dinas Pertanian Bojonegoro dalam berbagai even pameran. [lis]

 

Tag : tanaman, lahan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini