18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 21 April 2019 08:00

Kembang Kempis Pengrajin Kayu Sukorejo

Kembang Kempis Pengrajin Kayu Sukorejo

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Desa Sukorejo terkenal dengan pusat industri mebel dan furniture di Bojonegoro yang berbahan dasar kayu jati asli.

Apalagi kayu jati Bojonegoro kualitasnya tidak diragukan lagi, sudah banyak daerah-daerah perajin, seperti Bali dan Jepara yang membuat ukiranya berbahan dari jati Bojonegoro.

Industri mebel di Desa Sukorejo ini berkembang dengan pesat. Saat ini jumlah home industry mebel dan furniture di desa ini telah mencapai ratusan. Bahkan Desa Sukorejo telah dinobatkan sebagai salah satu desa wisata di kabupaten Bojonegoro.

Menurut Candra Darusman, karyawan bagian penerbit Faktur Angkutan Kayu Olahan (FAKO) di UD. Sadam Art Desa Sukorejo, terdapat 132 perajin kayu jati. Namun jumlah tersebut saat ini terus menurun menjadi 100 perajin. Bahkan ada 4 perajin yang sudah sama sekali tidak beroperasi.

"Kebanyakan mulai beralih menjadi penjual mebel, tidak menjadi perajin lagi." kata laki-laki asli Purwodadi, Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut, Candra mengungkapkan, selain sulit dapat pemesanan dan peraturan dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) perhutani Bojonegoro, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terhadap industri mebel di Sukorejo berkurang. Pasalnya, pemkab selama 4 tahun terakhir ini tidak lagi mengadakan event pameran mebel di Sukorejo.

"Sebelumnya, setiap tahun biasa digelar Bojonegoro Wood Fair (BWF) yang bekerjasama dengan Disperinaker dan para perajin, sehingga permintaan mebel terus meningkat dan bertahan," paparnya.

Ia juga berharap, event BWF dapat kembali digelar pada tahun-tahun selanjutnya. Di Bojonegoro, saat ini juga terdapat daerah lain yang juga sedang mengembangkan kerajinan kayu jati, yaitu kerajinan akar jati di Kecamatan Margomulyo dan kerajinan handicraft di Kecamatan Kasiman.

Sementara itu, Hj. Kastinah, pemilik Putra Hidayah Furniture membenarkan jarangnya diadakan event di Desa Sukorejo. Namun Ia tidak terlalu memikirkannya, karena usahanya di bidang mebel dianggap sebagai usaha yang fluktuatif.

"Namanya usaha, kadang juga ramai terkadang juga sepi. Wajarlah hal seperti itu terjadi."ujarnya Pasrah. [fin/mu]

Tag : kayu jati, pengrajin kayu, pengrajin kayu sukorejo

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat