22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |   09:00 . Cegah Mobilisasi People Power, Polres Bojonegoro Razia Kendaraan   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 15 May 2019 16:00

#Ngabuburit

Ngabuburit Ala Santri dengan Musik Tradisional

Ngabuburit Ala Santri dengan Musik Tradisional

Kontributor: Maulina Alfiana
 
blokBojonegoro.com - Berbagai macam cara dilakukan guna menunggu bedug buka puasa dikumandangkan. Di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro para pemuda mengisi waktu ngabuburit dengan latihan musik islami dengan alat tradisional rebana al-banjari.

Dengan bersemangat, puluhan remaja desa tersebut setiap harinya berkumpul di musala tempat untuk latihan rebana, setelah salat asar hingga magrib tiba mereka berkumpul bersama.

Ustadz Mukhlas, pembimbing kelompok grup New Albanjari Sarangan mengatakan, Ramadan tahun 2019 ini untuk kali pertama grup rebana terbentuk, dirinya sengaja mengumpulkan para remaja Sarangan untuk latihan rebana dengan tujuan melestarikan musik islami.

"Baru pertama kali ini, namun alhamdulillah semangat para remaja Sarangan sangat luar biasa dalam latihan rebana, sembari ngabuburit menunggu bedug," ucap ustadz Mukhlas, Rabu (15/5/2019) sore.

Ditambahkan, nantinya grup rebana New Albanjari Sarangan tersebut akan turut mengiringi lantunan salawat yang selalu rutin digelar setiap minggunya oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sarangan, juga turut mengisi acara-acara lainnya yang ada di desa.

"Sebelum grup New Albanjari Sarangan ini terbentuk, biasanya setiap ada acara di desa selalu mengundang grup rebana dari luar. Nah, jika sudah punya grup rebana sendiri kan tidak perlu lagi mendungan dari luar," tambahnya.

Sementara itu, Irawan salah satu remaja desa Sarangan mengaku senang, dengan adanya kegiatan latihan rebana tersebut. Pasalnya selain turut melestarikan musik islami, ngabuburit dengan latihan rebana menurutnya lebih bermanfaat dibandingkan nongkrong atau bermain-main dengan handphone.

"Ngabuburit dengan latihan rebana lebih mengasyikkan, bisa berkumpul dengan remaja satu desa. Dan ini juga merupakan pengalaman pertama saya dalam menabuh alat musik islami tradisional, seru sekali," ujarnya kepada blokBojonegoro. [lin/mu]

Tag : ngabuburit, seni, kesenian, rebana, banjari

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat