09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |   15:00 . Harga Antam Turun Tajam, Berikut Daftar Harganya   |   14:00 . Realisasi PAD Bojonegoro Capai Rp47,8 M, PPJ Sumbang Angka Tertinggi   |   13:00 . Persibo Buka Seleksi Pemain, Eks Liga 2021 Apakah Masih Digunakan?   |   12:00 . Resmi Mendaftar, Gerindra Bojonegoro-Tuban Satukan Kekuatan Menangkan Prabowo   |   11:00 . Suarakan Tuntutannya, Federasi Serikat RTMM SPSI Akan Ikuti Long March Sejuta Buruh di Surabaya   |   10:00 . FGD VMTS, Prodi PAI Proyeksikan Buka Kelas International   |   09:00 . Terdakwa Percobaan Pemerkosaan Tetangga di Dander Divonis 2,6 Tahun Penjara   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Inkonstitusional, FKUB dan MUI Serukan Tolak People Power

blokbojonegoro.com | Monday, 13 May 2019 20:00

Inkonstitusional, FKUB dan MUI Serukan Tolak People Power

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com- Tahapan demi tahapan Pemilu 2019 telah usai, selanjutnya menunggu hasil rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara dari KPU RI. Namun secara umum pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Bojonegoro berjalan aman dan lancar. 

Meski tahapan demi tahapan telah usai akan tetapi dua kubu Calon Presiden dan Wakil Presiden itu saling mengklaim sama meraih kemenangan, sehingga nantinya akan berdampak adanya saling tuduh berbuat kecurangan antar kubu sehingga sempat muncul adanya wacana people power yang akhirnya membuat masyarakat semakin bingung.

Melihat wacana itu, Ketua FKUB Bojonegoro, KH Alamul Huda Mashur mengimbau kepada masyarakat lebih bersabar yakni sabar menunggu hasil resmi dari KPU sehingga masyarakat tidak mudah terpancing dengan adanya isu people power yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa. 

"Selain itu, people power tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau inkonstitusional," terangnya Ketua FKUB yang juga sebagai Pengasuh Ponpes Al Rosyid itu.

Kiai yang biasa disapa Gus Huda itu mengajak untuk hindari people power dan selalu menjaga Kamtibmas untuk bangsa Indonesia dan NKRI, dan janganlah perbedaan yang ada jangan sampai menjadikan perpecahan.

Di sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, KH Djauhari Hasan, mengajak seluruh tokoh agama dan seluruh organisasi kemasyarakatan Islam dan organisasi kepemudaan Islam untuk saling menghormati, "satukan perbedaan serta mengajak untuk menghindari people power," tambahnya.

Lanjut, KH Djauhari Hasan juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan seluruh proses tahapan pemilu kepada institusi yang berkompeten sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Bojonegoro.

"Mari tingkatkan persaudaraan dan ukhuwah, baik ukhuwah islamiah, watoniah dan basariah, mudah-mudahan bangsa Indonesia senantiasa diridhoi oleh Allah SWT," tutup KH Djauhari Hasan.[saf/lis]

 

Tag : people power, mui, fkub



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat