20:00 . Para Pemuda Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa   |   19:00 . 5 Gapoktan di Ngambon Terima 9 Ton Benih Jagung Hibrida   |   18:00 . Hujan Gerimis, Rumah Warga ini Disambar Petir   |   17:30 . 4 Rumah Rusak dan 18 Pohon Tumbang Saat Hujan Disertai Angin   |   17:00 . Atap Rumah di Ledok Kulon Terbang Diterjang Angin Puting Beliung   |   16:00 . Pertamina Meraih Predikat Gold di Ajang BUMN CSR Award Bali 2019   |   15:00 . Hujan Angin, Puluhan Pohon Tumbang   |   14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |   11:00 . Alat Berat Berhenti di Ngablak, Warga Tak Seheboh di Wilayah Timur   |   10:00 . Hingga Akhir Tahun, Logam Mulia Masih Dominasi Agunan Pegadaian   |   09:00 . Manfaatkan Rumah Sebagai Spot Foto Instagramable   |   08:00 . Kartar Nusa Bakti Manfaatkan Lahan Desa Sebagai Agro Wisata   |   07:00 . 4 Cara Mencegah Anak Ngompol di Malam Hari   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 03 August 2019 07:00

Parenting Islami: Bagaimana Hukumnya Bila Suami Menelan ASI Istri?

Parenting Islami: Bagaimana Hukumnya Bila Suami Menelan ASI Istri?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Berhubungan seks di masa menyusui mungkin punya sensasi sendiri bagi sebagian pasangan.

Misalnya saja, jika suami Anda dengan sengaja ataupun tidak meminum ASI Anda.

Tapi, jika dilihat dari hukum Islam, bolehkah sebenarnya suami meminum ASI istri?

Moms, sebelum menjawab pertanyaan itu, Ustaz Faishal Shadik M.S.I, menjelaskan kalau suami diperbolehkan untuk mengisap puting istrinya sendiri.

"Bahkan menghisap puting istri dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan biologis sang istri.

Sebagaimana pihak lelaki juga menginginkan agar istrinya dapat terpenuhi kebutuhan biologisnya,"

Sementara soal dosa atau tidaknya menelan ASI sang istri, merujuk pada keputusan para ulama, Ustaz Faishal menjelaskan boleh-boleh saja jika memang membutuhkan, seperti untuk berobat.

Tetapi, jika tidak ada kebutuhan, ulama di kalangan mahzab Hanafi punya dua pendapat, yaitu ada yang memperbolehkan dan ada pula yang memakruhkan--kalau dilakukan dapat pahala, tidak dilakukan tidak mendapat dosa.

Dalam Al-Fatawa al-Hindiyah (5/355) yang berbunyi:

“Tentang hukum minum susu wanita, untuk laki-laki yang sudah baligh tanpa ada kebutuhan mendesak, termasuk perkara yang diperselisihkan ulama belakangan. Demikian keterangan dalam  al-Qunyah.”

Kemudian dalam Fathul Qadir (3/446) juga disebutkan pertanyaan dan jawaban:

“Bolehkah menyusu setelah dewasa? Ada yang mengatakan tidak boleh. Karena susu termasuk bagian dari tubuh manusia, sehingga tidak boleh dimanfaatkan, kecuali jika terdapat kebutuhan yang mendesak.”

Ustaz Faishal juga menjelaskan, menurut ulama Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin, meminum ASI sang istri tak serta merta membuat suami lantas menjadi anak sepersusuannya.

Menyusui orang dewasa tidak memberi dampak apapun, karena menyusui seseorang yang menyebabkan adanya hubungan persusuan adalah menyusui sebanyak lima kali atau lebih dan dilakukan di masa anak itu belum usia disapih. Adapun menyusui orang dewasa tidak memberikan dampak apapun. Oleh karena itu, andaikan ada suami yang minum susu istrinya, maka si suami ini tidak kemudian menjadi anak sepersusuannya. (Fatawa Islamiyah, 3/338).

Nah Moms, meski sebenarnya Anda boleh-boleh saja memilih untuk mengikuti pendapat yang mana, Ustaz Faishal berpendapat, sebaiknya kita tidak terlibat dengan perdebatan dua pendapat ulama itu. Caranya dengan tidak meminum ASI istri dengan disengaja.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat