18:00 . Mahasiswa STIE Cendekia Kunjungi Lapangan Banyu Urip   |   17:00 . Duh...! Politik Uang Masih Jadi Tren Cakades?   |   16:00 . Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen   |   15:00 . Cerita Mahasiswa Asal Bojonegoro Saat Virus Corona Mewabah   |   14:00 . 500 Sak Disiapkan untuk Perbaiki Tanggul Kali di Kanor yang Jebol   |   13:00 . Survei, PDPM Ungkap Pencalonan Kades   |   12:00 . Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Pemkab Bojonegoro Siap Dukung   |   11:00 . Bupati Sambut 1.039 Personel BKO untuk Pengamanan Pilkades Serentak   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Siap Dukung Sensus Penduduk 2020   |   09:30 . Hujan, Bengawan Solo Masuk Siaga Hijau   |   09:00 . Semangati Kiai Kampung, Gusdurian Berikan Sepeda dan Peralatan Ibadah   |   08:00 . Selesai Observasi, Mahasiswa Asal Bojonegoro Kuliah di Cina Pulang   |   07:00 . Studi: Punya Teman Suportif Bikin Perempuan Lebih Sukses dalam Karier   |   18:00 . Mahasiswi di China Asal Ngasem Bisa Pulang Kampung   |   17:00 . Awal Pekan, Harga Bawang Putih Berangsur Turun   |  
Tue, 18 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 05 September 2019 21:00

Diduga Selingkuhi Tetangganya, Warga Pejok Tuntut Kasun Diberhentikan

Diduga Selingkuhi Tetangganya, Warga Pejok Tuntut Kasun Diberhentikan

Kontributor: Muhammad Qomaruddin

blokBojonegoro.com - Warga Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro merasa geram melihat oknum perangkat desanya yang diduga melakukan perselingkuhan dengan warganya sendiri. Sehingga puluhan warga setempat melakukan aksi damai di Balai Desa Pejok, Kamis (5/9/2019), menuntut oknum perangkat desa tersebut segera diberhentikan.

Puluhan warga yang menyarakan aspirasinya membentangkan beberapa poster berisi tuntutannya. Selain mendapat kawalan anggota Polres Bojonegoro, Polsek dan Koramil. Mereka ditemui langsung kepala Desa Pejok, Sri Hartini, bersama Camat Kepohabaru, Dra. Sri Nurma Arifa, MM., Kapolsek dan Danramil Kepohbaru.

Setelah beberapa saat berorasi, tiga orang warga diminta bermusyawarah diruang balaidesa. "Menuntut keadilan setelah adanya bukti-bukti yang meyakinkan. Tuntutan perangkat desa diberhentikan," kata warga Desa Pejok, Heri Dewo, yang mewakili pertemuan di dalam ruang balai desa.

Dari informasi yang dihimpun blokBojonegoro.com menyebutkan, aksi damai di Balai Desa Pejok berawal adanya oknum Kepala Dusun setempat digeruduk warga yang diduga melakukan perselingkuhan. Setelah beredar foto tidak pantas dilakukan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri di dalam kamar hotel.

Pahal oknum kepala dusun sudah mempunyai istri dan tetangga yang diselingkuhinya juga berkeluarga. "Perselingkuhan dengan warganya sendiri. Menuntut supaya perbuatan yang sudah tidak patut itu, memimpin warga di Desa Pejok," ungkapnya.

Dijelaskan, dari hasil pertemuan dengan kepala desa dan Forkopimca Kepohbaru kalau putusan itu berjenjang. "Di Perda menurut Bu Camat mengatakan, pemberbentian sementara kalau ada konsiltasi dengan Camat. Kalau tidak ada reaksi dari Desa atau Camat 14 hari kedepan akan aksi lebih banyak lagi," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Pejok, Sri Hartini membenarkan adanya aksi damai yang berlangsung sesuai prosedur. Para warga menuntut adanya masalah dugaan perselingkuhan yang dilakukan Kepala Dusun. "Warga menuntut diberhentikan," terang Bu Kades Pejok usai menemui warganya.

Bu Kades juga menceritakan, sebelumnya sudah disarankan lapor polsek karena dimediasi tidak ada titik temu. Menurutnya, dari perkembangannya warga belum puas juga sehingga ada aksi damai sekarang ini.

"Berkonsultasi dan konsolidasi dengan Bu Camat dan Pemkab, untuk kita melangkah dan penanganan lebih lanjutnya," imbuhnya.

Berbeda dengan Camat Kepohbaru, Dra. Sri Nurma Arifa, MM., yang enggan memberikan keterangan terkait hasil maupun langkah penyelesaian persoalan tersebut. "Tidak usah wawancara saya," kilah mantan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP itu disinggung hasil mediasi dengan pendemo.

Aksi damai yang berlangsung beberapa jam itu berjalan kondusif dengan pengawalan petugas kepolisian. Setelah adanya mediasi antara warga, Kades dan Forkopimca, para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib sambil berteriak meminta Kasun diberhentikan. [din/ito]

Tag : Pejok, kepohbaru


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat