10:00 . Pertamina EP Field Asset 4 Sosialisasi Pengeboran Lokasi Sukowati i003   |   09:00 . SKK Migas Jabanusa Perlu Media Menyampaikan Informasi dari Masyarakat   |   07:00 . Siapa yang Tahu, Lompong Punya Khasiat Menurunkan Tekanan Darah   |   06:00 . 4 Hari, 1.544 Rumah Rusak Disapu Angin   |   20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 08 November 2019 07:00

5 Alasan Seseorang Memutuskan untuk Selingkuh dari Pasangan

5 Alasan Seseorang Memutuskan untuk Selingkuh dari Pasangan

Reporter: -

blokTuban.com - Selingkuh merupakan masalah serius dalam sebuah hubungan. Alasannya, karena efek dari perselingkuhan bisa menodai sebuah hubungan hingga kepercayaan pasangan. Bahkan, menurut ulasan yang ditulis dalam jurnal publikasi Fincham & May di 2017,  perselingkuhan merupakan penyebab utama perceraian, depresi, hingga bisa memicu kekerasan rumah tangga.

Dari sudut pandang psikologis sendiri, selingkuh merupakan suatu perilaku rumit yang didasari oleh berbagai alasan. Bahkan menurut sebuah penelitian yang dilakukan Selterman, Gracia & Tsapelas (2019), perselingkuhan bisa disebabkan oleh beberapa faktor dan penyebab, salah satunya karena dorongan hasrat seksual.

Selain alasan itu, ternyata masih ada alasan-alasan lain kenapa seseorang bisa selingkuh. Melansir Psychology Today, berikut kumparanWOMAN rangkum alasannya untuk Anda.

1. Terintimidasi oleh pasangan

Seorang pakar klinik sekaligus anggota American Psychological Association, Linda Hatch, Ph.D., menyebut alasan seseorang bisa selingkuh karena merasa terintimidasi oleh pasangan. Ini terjadi ketika pasangan Anda adalah orang yang nyaris sempurna atau jauh lebih sukses dari Anda, sehingga Anda merasa minder. Menurut Linda, perasaan minder itu kemudian mendorong Anda untuk mencari sosok yang setara dan membuat Anda merasa lebih baik.

2. Merasa ada yang kurang

Alasan yang satu ini memang paling umum ditemui. Terjadi ketika seseorang merasa ada yang kurang atau merasa kurang puas dengan pasangannya. Karena itulah, ia mencari sosok lain yang bisa memenuhi keinginannya.

3. Untuk variasi dalam hubungan

Penelitian yang dilakukan Selterman, Gracia & Tsapelas (2019) berhasil mengungkapkan bahwa perselingkuhan terjadi bukan karena masalah yang ada pada sebuah hubungan, melainkan reaksi terhadap kebosanan.
Lebih lanjut, penelitian itu berhasil membuktikan bahwa 74 persen dari 500 responden mengaku ingin memiliki sebuah variasi dalam hubungan. Namun, penelitian itu juga menyebut bahwa alasan itu biasanya dipakai oleh laki-laki ketimbang perempuan.

4. Komitmen yang rendah

Komitmen yang rendah juga bisa menjadi penyebab kenapa seseorang tega untuk berselingkuh. Menurut Selterman, situasi ini terjadi ketika pasangan belum menentukan komitmennya dalam sebuah hubungan. “Biasanya mereka memiliki kekhawatiran karena tidak bisa hidup bebas seperti sebelumnya,” ungkap Selterman.

5. Hasrat seksual

Masih dalam penelitian yang dilakukan Selterman (2019), sebanyak 32 persen dari 500 responden mengaku terdorong untuk berselingkuh karena alasan seksual. Mereka yang menggunakan alasan ini biasanya merasa tidak puas dengan kehidupan seksual dalam hubungannya. Selain itu, bisa juga ia tidak bisa mengendalikan nafsu dan dorongan seksualnya kepada pasangan.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat