00:00 . Jembatan Ambruk Diterjang Banjir   |   23:00 . Dukung Anak Belajar dari Rumah saat Pandemi   |   22:00 . Peduli di Masa Pandemi Covid-19, Disabilitas di Bojonegoro Bagikan Ribuan Masker   |   21:00 . Datangi Kejari di Pantura, Kajati Jatim Sebut Banyak Inovasi Kejari Bojonegoro   |   20:30 . Waspada Efek Jangka Panjang Covid-19   |   20:00 . Dishub Bojonegoro Himbau Masyarakat Gunakan Jalur Alternatif Menuju Tuban   |   19:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Total   |   18:30 . Gejala Covid-19 Pada Lansia   |   18:00 . Dinsos Bojonegoro Rakor Terkait Evaluasi PKH 2020 dan Rencana PKH 2021   |   17:00 . Covid-19 Masih Mengancam, Kapolres Bojonegoro Gencar Operasi Yustisi   |   16:00 . Hujan Disertai Angin Kencang, Tiga Pohon Tumbang ke Jalan   |   15:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   14:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   13:00 . Zahrotul Aini Peraih IPK Tertinggi yang Hobi Main Game   |   10:00 . Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Baik dari Rata-Rata Dunia   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 11 November 2019 09:00

Catatan Festival Bengawan 2019 (1)

Cerita ‘Bandung Bondowoso’ dan Tim Hebat

Cerita ‘Bandung Bondowoso’ dan Tim Hebat

Oleh: Muhammad A. Qohhar*

blokBojonegoro.com – Siapa sangka ada Festival Bengawan (FB) 2019? Sepi dari publikasi dan hingar bingar, walupun sudah ada jadwal di kalender tahunan Pemkab Bojonegoro.

Ya, itulah kondisinya. Jelang acara, 8-9 November 2019, hanya melalui segelintir media siber dan radio, Tim Kreatif (sebut panitia) berjuang keras mensosialisasikan FB 2019 dengan media sosial (Medsos). Yakni dari jejaring group WhatsApp (WA), Instagram, Facebook, Twitter dan lain-lain.

Dengan segala upaya, panitia yang hanya digawangi beberapa orang, sebut saja penulis sendiri sebagai Ketua Panitia, Didik Wahyudi, Aries Harijanto alias Dhe Uban, Handoko alias Hans, Dadang, Mukarrom, Kikis Tunjung Jati, Hendro, Oky, Nasruli dan Yuli, berbagi peran layaknya akan pentas teater.

Panggung super besar bernama Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Lebih spesifik lagi, kompleks wisata Taman Pinggir Nggawan (TPG) yang sejak beberapa bulan menunggu FB 2019 untuk dilaunching secara terbuka.

Memang, panitia sudah memperkirakan akan begitu berat menjalankan FB 2019 kali ini. Sebab, waktu yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diasbudpar) cukup pendek. Tapi, jajaran panitia sudah dibentuk, lokasi Pilanggede untuk panggung utama juga telah ditentutkan.

“Ayo, kita komitmen untuk menyukseskan FB 2019, apapun nanti hasilnya,” kata Dhe Uban memompa semangat tim. Sebab, Dhe Uban yang sudah malang malintang berkesenian dan paling semangat (sebut paling berumur) di jajaran panitia.

“Apa boleh buat, ini tantangan tim kita,” celetuk Didik Wahyudi, mantan wartawan cetak dan televisi itu.

Waktu yang diberi tidak hitungan bulan, atau minimal minggu, tapi ini hari. Hanya beberapa hari. Segala upaya dilakukan, komunikasi dibangun sedemikian rupa, teknis dilembur siang dan malam tanpa ada sela, ibarat cerita rakyat ada “Bandung Bondowoso” yang ikonik dengan tokoh Roro Jonggrang si cantik jelita putri Prabu Baka.

Tidak ada batasan waktu dinas pula dari Disbudpar untuk komunikasi yang dikomandani Eko Subiyono selaku Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Budaya. Sekretaris Disbudpar, Budiyanto juga ikut turun langsung, dibantu Kasi Strategi Pemasaran Pariwisata dan Budaya, Hernik Sripeni, serta Kasi Dokumentasi/Informasi Pariwisata dan Budaya, Risang Anoraga.

Ketua Panitia menetapkan rumah Kades Pilanggede, Yaskun, jadi tempat koordinasi sekaligus basecamp penyelenggara. Sebab, dibutuhkan satu lokasi untuk memudahkan komunikasi. Selama beberapa hari, praktis panitia tidak pulang ke rumah masing-masing, tapi bermalam di Pilanggede.

Pemuda Pilanggede yang Istimewa

Penyelenggaraan Festival Bengawan (FB) 2019 sepertinya susah untuk sukses tanpa sosok Kepala Desa (Kades) Pilanggede, Yaskun dan pemuda setempat yang pekerja keras. Hampir beberapa hari secara nonstop alias full 22 jam, istirahat minim, semuanya bekerja keras untuk menyiapkan semua keperluan acara.

Bayangkan saja, agar bisa dikerjakan, pemuda memotong bambu di makam desa harus pada malam hari, karena tidak bisa ditunda lagi pembuatan instalasi. Sebab, kebanyakan bahan dari bambu yang menjadi ciri khas kerajinan masyarakat di bantaran Bengawan Solo.

“Pemuda di sini sudah terbiasa hingga dinihari membuat kreasi di wisata TPG, jadi tidak masalah,” kata Kepala Desa Pilanggede, Yaskun.

Pemdes Pilanggede juga siap membantu segala sesuatunya kebutuhan panitia untuk suksesnya acara. Sebab, masyarakat Pilanggede juga sangat antusias terhadap adanya FB 2019.

Tuntas membangun komunikasi, pekerjaan membuat instalasi panggung, penyiapan petunjuk lokasi, hingga yang berhubungan dengan tempat lokasi acara, dikerjakan bersama panitia dan pemuda desa. Bahkan, pemuda desa juga menuntaskan penyiapan lokasi perahu dan perlengkapan lomba panjat pinang.

Sementara itu sebagian panitia bergerak melakukan pengadaan gerabah untuk media lukis, menghubungi perupa dan juri luar kota. Sebab, ada yang hingga Rembang, Gresik, Lamongan dan lain-lain. Semua selesai jelang acara.

Ketika pelaksanaan, panitia dari unsur Tim Kreatif dan Disbudpar fokus di penyajian acara. Sementara hal-hal teknis, seperti parkir, alur pengunjung dan sejenisnya, ditangani pemuda desa. Semuanya lancar tanpa ada kendala.

“Selamat dan sukses ya, waktu yang pendek tapi panitia sudah luar biasa menjawabnya,” bisik Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah kepada Ketua Panitia di sela-sela pembukaan FB 2019.

Bupati hadir bersama rombongan, seperti Wakil Bupati Budi Irawanto beserta Ibu Tim Penggerak PKK, Sekretaris Daerah Nurul Azizah, Forkopimda, semua Asisten, staf ahli dan kepala OPD di lingkup Pemkab Bojonegoro.

Tidak hanya itu, ribuan pengunjung tumpah ruah ke Desa Pilanggede, baik di hari pertama Festival Bengawan 2019 maupun di hari terakhir. Mereka menikmati setiap sajian yang disuguhkan, mulai Reog Jaranan, tampilan Kesenian Desa, Sandur, Tari Thengul, Tari Boranan Lamongan, Justin Project Band, Panjat Pinang hingga perahu hias. [bersambung]

*Ketua Panitia Festival Bengawan 2019 yang sekaligus CEO/Founders Blok Media Group (BMG).

Tag : Festival bengawan, pinarak bojonegoro, wisata bojonegoro, wisata baru


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat