21:00 . 6 Orang Sembuh, Tambahan 5 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   20:00 . Kakek Tua Pencari Kayu Bakar di Hutan Pradok   |   18:00 . Protokol Kesehatan Ketat, Kampus Ungu Sukses Gelar Wisuda   |   17:00 . Cegah Covid 19, Kemenag Pantau Langsung Ponpes   |   15:00 . Anggota Banser Sampang Jalan Kaki ke Pekalongan   |   14:00 . Gudang Oven Tembakau di Sugihwaras Terbakar, Kerugian Ditaksir 30 Juta   |   13:00 . Pertamina EP Asset 4 Produksi 15.085 BPH dan 114,72 MMCFD   |   12:00 . CPP Gundih Kembali Beroperasi   |   11:00 . Alif Robath, Motivator Sukses Asal Bojonegoro Jadi Idola Millenial   |   08:00 . Selamat Jalan Pak Yohanes Kepala Ruang Radiologi RSUD Bojonegoro   |   07:00 . Kencan Virtual dengan Pacar Jadi Solusi Obati Rindu di Masa Pandemi   |   21:00 . Waspada, Kasus Aktif Covid 19 di Kanor Makin Tinggi   |   20:00 . Akhir Tahun 2020 Beasiswa Tugas Akhir Segera Dicairkan   |   19:00 . 17 TPS di Kota Bojonegoro Masih Kurang Tampung Tingginya Sampah   |   18:00 . Tahun 2020, Puluhan Miliaran Digelontorkan untuk Madin   |  
Thu, 01 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 23 November 2019 16:00

Menjadi Duwis Bukan Hanya Sekadar Icon Ratu Kecantikan

Menjadi Duwis Bukan Hanya Sekadar Icon Ratu Kecantikan

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Bagi sebagian kaum muda di Indonesia, menjadi tourism ambassador merupakan kebanggan tersendiri. Pasalnya banyak jebolan dari ajang duta wisata (Duwis) menjadi public figure berpengaruh dalam negeri.

Namun bagi Tania, sapaan akrab Natania Tri wahyuni Tanihardjo, menjadi seorang tourism ambassador bukan hanya menjadi sebuah icon ratu kecantikan, tetapi tourism ambassador atau duta wisata merupakan sosok yang diharapkan dapat menjadi bagian terdepan di sebuah wilayah dalam menggali sekaligus memperkenalkan dunia seni, budaya dan pariwisata daerah.

"Bagi masyarakat awam beranggapan menjadi duta wisata hanyalah sebuah ajang ratu kecantikan. Bagi saya menjadi duta wisata juga mengevaluasi tempat wisata yang kami kunjungi, sehingga masukan kami ini kemudian akan diproses oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat," kata dara 20 tahun ini.

tania1 (1)

Salah satu tempat yang menjadi kunjungan Tania adalah Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Awal mulanya menjadi trial sebelum lokasi tersebut terbuka untuk wisatawan umum.

Bagi gadis asal Bojonegoro ini, Mojodeso ini desa edukatif. "Kami di sana mengevaluasi, berkomunikasi pula dengan warga setempat mendiskusikan bagaimana memanajemen, hingga kekurangan lokasi, pada hasil akhirnya menyampaikan observasi ke Dinas Pariwisata setempat," jelas Tania. [liz/mu]

Tag : tania, tourism ambassador, natania tri wahyuni


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat