07:00 . Yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Anak Berteman   |   20:00 . Peringati HPSN, SMPN 6 Gelar Gerebek Sampah   |   19:00 . Gunakan Kunci T, Komplotan Curanmor Beraksi saat Hiburan Elekton   |   18:00 . Harga Jual Dan Buyback Logam Mulia Merangkak   |   17:00 . Kembangkan Skill, SMK Pemuda Taruna Bojonegoro Luncurkan SMK MINI   |   16:00 . Musim Tanam, Petani Dominasi Agunan Ajuan Gadai   |   15:00 . Rp38 M untuk Peningkatan Fasilitas Sekolah   |   14:00 . Pengangkatan PPPK Belum Jelas   |   13:00 . Judi saat Pilkades, Dua Orang Diamankan   |   12:00 . Jogging Track Tingkatkan Kesehatan Sekaligus Kenyamanan Warga   |   11:00 . Transfer dari Pusat Telat, Bantuan Pangan Non Tunai Terlambat   |   10:00 . Jumat Pahing Penjual Bunga Boreh Pasang Lapak   |   09:00 . Fokus Keselamatan Kerja, Pertamina EP Gelar Puncak Peringatan Bulan K3   |   08:00 . DLH Beserta Perangkat Desa Gelar Jumat Bersih   |   07:00 . Anak Pendiam, Apakah Mungkin karena Faktor Keturunan?   |  
Sat, 22 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 23 November 2019 16:00

Menjadi Duwis Bukan Hanya Sekadar Icon Ratu Kecantikan

Menjadi Duwis Bukan Hanya Sekadar Icon Ratu Kecantikan

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Bagi sebagian kaum muda di Indonesia, menjadi tourism ambassador merupakan kebanggan tersendiri. Pasalnya banyak jebolan dari ajang duta wisata (Duwis) menjadi public figure berpengaruh dalam negeri.

Namun bagi Tania, sapaan akrab Natania Tri wahyuni Tanihardjo, menjadi seorang tourism ambassador bukan hanya menjadi sebuah icon ratu kecantikan, tetapi tourism ambassador atau duta wisata merupakan sosok yang diharapkan dapat menjadi bagian terdepan di sebuah wilayah dalam menggali sekaligus memperkenalkan dunia seni, budaya dan pariwisata daerah.

"Bagi masyarakat awam beranggapan menjadi duta wisata hanyalah sebuah ajang ratu kecantikan. Bagi saya menjadi duta wisata juga mengevaluasi tempat wisata yang kami kunjungi, sehingga masukan kami ini kemudian akan diproses oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat," kata dara 20 tahun ini.

tania1 (1)

Salah satu tempat yang menjadi kunjungan Tania adalah Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Awal mulanya menjadi trial sebelum lokasi tersebut terbuka untuk wisatawan umum.

Bagi gadis asal Bojonegoro ini, Mojodeso ini desa edukatif. "Kami di sana mengevaluasi, berkomunikasi pula dengan warga setempat mendiskusikan bagaimana memanajemen, hingga kekurangan lokasi, pada hasil akhirnya menyampaikan observasi ke Dinas Pariwisata setempat," jelas Tania. [liz/mu]

Tag : tania, tourism ambassador, natania tri wahyuni


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat