14:00 . Hari Santri IPNU-IPPNU PAC Tambakrejo Nobar Film Sang Kyai   |   10:00 . 597 Peserta Ikut Ujian Perangkat Desa di Balen   |   09:00 . Peringati HSN, Satlantas Polres Dukung Prokes di Pondok Pesantren   |   08:00 . 315 Pasien di Jatim Sembuh, 327 Kasus Baru   |   06:00 . Berawal dari Hobi, Gadis Ini Selami Dunia Literasi   |   05:00 . Jumlah Sembuh dan Tambahan Baru di Bojonegoro Masing-masing 6 Orang   |   04:00 . Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Bertambah Menjadi 297.509 Orang   |   22:00 . Libur Panjang Rawan Tambahan Kasus Baru   |   21:00 . EMCL Serah Terimakan 1.250 Pohon ke DLH Bojonegoro   |   20:00 . Dua Desa Ikuti Lomba Keterbukaan Informasi Publik 2020   |   19:00 . Lebihi Target, Pencetakan KPP Capai 33.300 Keping   |   18:00 . Pandemi Covid, Seminar Virtual Dyslexia Banjir Peminat   |   17:00 . Kado Jalan Mulus di Hari Jadi Bojonegoro ke-343   |   16:00 . Cek Suhu dan Lewati Bilik Disinfektan Wajib Dilalui Peserta Ujian Perades   |   15:00 . Ponpes Attanwir Bekali Santri Tata Cara Hidup Sehat di Tengah Pandemi   |  
Thu, 22 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 09 December 2019 12:00

Difabel, Membangun Kesadaran Inklusivitas

Difabel, Membangun Kesadaran Inklusivitas *Anggota difabel KUB Makmur mempraktikkan proses pembuatan chip mocaf.

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Bersama sekitar 40 penyandang difabel, Hamim, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Makmur Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, memanfaatkan singkong menjadi tepung mocaf sebagai bagian dari usaha mandiri komunitas difabel di Bojonegoro.

“Lewat usaha ini, kami sebagai penyandang difabel mampu membuktikan bahwa kami memiliki daya saing,” ujar Hamim. “Hal ini tidak mungkin kami raih tanpa dukungan dari ExxonMobil Cepu Limited  (EMCL) dan SKK Migas,” tambahnya.

EMCL sebagai operator Lapangan Minyak Banyu Urip, atas persetujuan SKK Migas, melaksanakan Program Peningkatan Keterampilan untuk Kaum Muda dan Difabel sejak 2018. Bentuknya, pelatihan usaha pemanfaatan singkong menjadi tepung mocaf. Hamim beserta puluhan penyandang difabel di Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan tersebut sejak awal.

Mocaf singkatan dari modified cassava flour. Artinya tepung singkong modifikasi, merupakan salah satu produk hasil olahan singkong berupa tepung. Mocaf dapat menggantikan terigu, karena memiliki karakteristik lembut, putih dan tidak berbau singkong. Seperti tepung terigu, mocaf juga bisa digunakan untuk menghasilkan aneka produk makanan.

*Pelatihan awal pembuatan tepung mocaf diikuti komunitas difabel di Bojonegoro.

Bersama dengan mitra lokal, Yayasan Sikas, EMCL melatih penyandang difabel untuk membuat potongan atau chip tepung mocaf yang terbuat dari singkong dan diolah melalui beberapa tahapan. Setelah chipdihasilkan, tepung mocaf dapat dijadikan beberapa  produk olahan seperti kue kering dan kudapan lainnya.

“Semangat teman-teman difabel untuk mengikuti program ini sangat luar biasa,” ujar Yasin, Koordinator Program Yayasan Sikas. “Dengan pendampingan secara intensif, mereka mampu secara mandiri memproduksi chip mocaf tanpa terkendala atas keterbatasan yang dimiliki,” tambahnya.

Selain pelatihan, program ini juga memfasilitasi penyediaan pangsa pasar.  Chip mocaf yang dihasilkan dari dua KUB di Kecamatan Balen dan Sumberejo, telah diterima produsen tepung mocaf asal Sidoarjo. Kini, KUB Kecamatan Balen mampu memproduksi hingga 5.000 kilogram/5 ton chip mocaf dalam seminggu.

Hamim pun mengaku senang dan bersyukur sebab dari usaha chip mocafnya, pendapatan keluarga pun bertambah.

*Contoh pengeringan chip mocaf sebelum dijual ke produsen oleh komunitas difabel Bojonegoro.

“Saya dan teman-teman juga dapat membuktikan bahwa kami bisa mandiri, tidak menganggur dan tidak bergantung pada orang lain sehingga kami dapat dihargai meskipun hidup dengan keterbatasan,” imbuhnya.

Program inisiasi EMCL untuk kaum muda dan difabel ini pun sejalan dengan semangat pemerintah dalam menghapuskan diskriminasi terhadap kaum difabel. Terwujud dalam tema yang diusung Kementerian Sosial untuk perayaan Hari Difabel Internasional 2019 pada 3 Desember, “Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul”.

Ichwan Arifin, External Affairs Manager EMCL, menyatakan bahwa dukungan terhadap program ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam pilar pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Harapannya para penyandang difabel dapat menambah pendapatan keluarga melalui usaha mocaf ini,” ujar Ichwan. “Semoga program ini juga mampu meningkatkan kesadaran berbagai pihak akan potensi kelompok difabel dan mendorong kesetaraan di masyarakat.” tutupnya. [ito/mu]

Tag : difabel, disabilitas, komunitas disabilitas, difabel produktif, produk difabel


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat