16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |   06:00 . Semiloka Program Sahabat Pertamina   |   17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 11 December 2019 10:00

Berburu Sinyal di Atas Bukit

Berburu Sinyal di Atas Bukit

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Di era digital seperti saat ini tentu telekomunikasi sudah sangat erat sekali dengan masyarakat, sinyal telepon dan internet sudah menjadi kebutuhan yang penting, malah bisa dipastikan sudah tidak bisa dipisahkan dari generasi milenial utamanya. Apalagi saat ini media sosial adalah hal yang tiap detik dikunjungi oleh masyarakat.

Bagaimana saat sinyal susah didapat?

Bagi yang hidup di pusat kota ataupun paling tidak di pusat kecamatan, tentu yang namanya sinyal mudah dijangkau bahkan bisa sampai 4G. Tapi bagi mereka yang jauh dari tower sinyal atau di pelosok tentu harus bersemangat mendapatkan jaringan yang bisa membawa mereka berselancar di dunia maya.

Telekomunikasi juga sudah sangat erat dengan masyarakat yang ada di pelosok pinggiran Bojonegoro. Meski berada di daerah pinggiran, komunikasi ke luar harus tetap terjalin, agar tahu akan perkembangan dunia pada saat ini.

Yang beda dengan di pusat kota atau kecamatan adalah susahnya mendapatkan sinyal. Seperti di Dusun Gondang, Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon ini.

Apabila ingin dapat sinyal tentu butuh perjuangan. Karena satu-satunya operator telepon seluler yang melayani kawasan ini adalah Telkomsel.

Alhasil, pengguna operator seluler yang lain hanya punya dua pilihan: hidup tanpa telepon seluler, atau beralih ke Telkomsel. Masalahnya, tak ada penjual kartu perdana di desa itu.

"Di sini itu hanya ada sinyal telkomsel, itu pun tidak setabil kalau sinyal kartu yang lain harus naik ke bukit," kata Sri Anto, warga sambil menunjuk bukit yang membatasi Dusun Gondang dan Dusun Mundu.

Satu-satunya spot sinyal di Dusun Gondang adalah bukit yang membatasi dusun.

Melihat peluang, yaitu sinyal susah didapat, ada warga berinisiatif memasang antena wifi untuk warungnya dan tentu bisa menjadi ladang usaha yang menjanjikan.

Di bukit yang membatasi dua dusun ini, warga memasang antena wifi untuk warung kopinya, dan tentu yang dijual adalah kode pasword wifi agar masyarakat bisa terus berkomunikasi dengan internet.

Satu voucer dihargai cukup lumayan, yaitu Rp10.000 untuk internet seharian agar tidak susah payah naik ke bukit.

Meski begitu, Sri Anto pun mengaku senang, karena bisa menghubungi teman dan keluargnya yang berada di luar daerah, meski harus rela membeli voucer Rp10.000 untuk internet seharian.

"Di sinilah warga yang ingin berkomunikasi berkumpul pada siang atau malam hari. Sambil mengobrol dan minum kopi, spot sinyal itu juga menjadi tempat nongkrong anak muda," jelasnya. [her/mu]

Tag : sinyal, berburu sinyal, bukit, pelosok bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat