Sun, 14 April 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Proyek Lapangan Gas JTB

31 Jembatan Jadi Tantangan Moving Alat Jumbo JTB

blokbojonegoro.com | Sunday, 08 December 2019 13:00

31 Jembatan Jadi Tantangan Moving Alat Jumbo JTB *Foto multiaxle truk-1 yang membawa absorber section 2 melintas di atas jembatan.

Reporter: Nur Muharrom

blokBojoneogro.com - Moving alat berat untuk proyek Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, yang dioperatori oleh Pertamina EP Cepu (PEPC), saat ini masih dalam proses pekerjaan pondasi, structure, steel structure, pipa rack dan piping underground.

Untuk Kontraktor Engineering, Procurement and Constructions (EPC) Gas Proccesing Facilities (GPF) dikerjakan oleh Konsorsium PT Rekin-JGC.

Akhir-akhir ini ramai di media sosial, saat kontraktor EPC GPF JTB tengah moving alat barat untuk keperluan poryek lapangan gas JTB. Masyarakat banyak yang penasaran dengan alat yang diangkut oleh truk beroda ratusan itu.

Moving alat ini melewati perjalanan dari BBI Pasuruan ke Jetty Maspion Gresik dan dilanjutkan Heavy Inland Transport (HIT) dari Jetty Maspion Gresik melewati Lamongan- Bojonegoro sejauh 140 Kilometer, dengan 6 lokasi rest area termasuk jembatan timbang Baureno dan Rumah Makan Ngulanan Dander.

Rencananya ada 6 alat untuk proyek GPF Jambaran Tiung Biru (JTB) yang akan melintasi jalan nasional Bojonegoro-Surabaya, yaitu absorber section 1, 2, 3 dan 4 dan selexol 1 dan 2.

Site Manajer RJJ PT Rekind, Zainal Arifin mengatakan, saat moving yang paling menjadi tantangan adalah beberapa jembatan yang melintang baik pendek maupun panjang, total ada 31 jembatan.

"Tantangannya melewati jembatan, tapi sudah Rekind perkuat, ada 5 jembatan bentang panjang antara 40 hingga 50 meter, dan ada 26 jembatan bentang pendek antaran 12 sampai 26 meter," jelas Zainal.

Sebelum alat puluhan ton yang diangkut oleh truk panjang ini berjalan, tiap jembatan akan dicek dan diberi bentang panjang dengan menambahkan penyangga berupa portal atau gawangan di bawah jembatan. Hal ini dilakukan untuk untuk menambah kekuatan dari jembatan itu sendiri.

"Semua jembatan sudah Rekind perkuat," katanya.

Sekadar informasi, dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com, pengiriman alat untuk proyek JTB ini molor dari jadwal awal.

Seharunya untuk periode I moving alat dilaksanakan pada 28 November hingga 3 Desember 2019, yaitu untuk alat absorber section 2 dan 3. Tapi section 2 baru sampai di Lokasi proyek JTB pada Minggu (8/12/2019), dan section 3 sekarang berada di jembatan timbang Baureno.

Sedangkan untuk periode II adalah selexol section 1 dan 2, masing-masing berbobot 91 ton dan 57 ton, akan moving pada 21-27 Desember 2019.

Pada periode III absorber section 1 dan 4 dengan bobot 106 ton dan 100 ton, akan dilaksanakan pada 6-12 Januari 2020.

Rencananya ada 6 alat untuk proyek GPF Jambaran Tiung Biru (JTB) yang akan melintasi jalan nasional Bojonegoro-Surabaya, yaitu absorber section 1, 2, 3 dan 4 dan selexol 1 dan 2.

Untuk absorber section 2 sudah sampai lokasi proyek, dan absorber 3 berada di rest area jembatan timbang Baureno. [mu]

Tag : alat berat, alat proyek jtb, gas jtb



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.