16:00 . Wisata Edukasi Grabah Kembali Dibuka, Begini Kondisinya di Masa Pandemi   |   15:00 . AKBP Eva Guna Pandia Resmi Jabat Kapolres Bojonegoro   |   12:00 . Kaum Muda Harus Jadi Pendorong Perilaku Aman Covid-19   |   11:00 . Ciptakan Smartphone Shower Plant SMP-5 untuk Siram Tanaman Via HP   |   10:00 . Terapkan Protokol Covid, DPRD Perketat Masuk Gedung   |   09:00 . Kesembuhan Kumulatif di Indonesia Covid-19 Sebanyak 422.386 Orang   |   08:00 . Trotoar Kota Bojonegoro yang Cantik dan Bersih   |   07:00 . Tubuh Semakin Lelah Setelah Tidur Siang, Apa Penyebabnya?   |   06:00 . Ke Pasar Aman, Asal .....   |   05:00 . 3 Sembuh Covid-19 di Bojonegoro, Tambahan 7 Kasus Baru   |   23:00 . Mahasiswa UIN Walisonog Ajak Warga Belajar Hidroponik dan Manfaatkan Sampah Plastik   |   22:00 . Karang Taruna Tumbrasanom Ajak Pemuda Millenial Berlatih Wirausaha Agribisnis   |   21:00 . Warga Pinggiran Hutan Jati di Bojonegoro Mulai Berburu Enthung   |   20:00 . DLH Bojonegoro Kini Miliki 186 Bank Sampah Desa   |   19:00 . Dipasang Grill, Air Lancar Masuk Saluran dan Aman Bagi Pengguna Jalan   |  
Tue, 24 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 14 December 2019 17:00

Wacana Penghapusan UN

Ketua PGRI Bojonegoro: UN Masih Dibutuhkan, Proses Belajarnya yang Harus Ditingkatkan

Ketua PGRI Bojonegoro: UN Masih Dibutuhkan, Proses Belajarnya yang Harus Ditingkatkan

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Wacana Penghapusan Ujian Nasional (UN) yang telah diutarakan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi, Nadiem Makarim membuat berbagai komentar, tidak terkecuali para guru yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Menanggapi penghapusan UN itu, Ketua PGRI Bojonegoro, Ali Fatikin juga angkat bicara. Menurutnya penghapusan UN hendaknya jangan sampai dilakukan. Menurutnya, UN tersebut sebagai tolak ukur siswa dalam memahami mata pelajaran (mapel) yang diajarkan.

"Dengan UN bisa diketahui mapel apa yang perlu diimprove (ditingkatkan) proses pembelajarannya," beber Ali Fatikin.

Dengan adanya UN juga bisa mengetahui hasil pendidikan seluruh wilayah di nusantara ini mana yang msih rendah dan yang sudah tinggi nilai peserta didiknya dengan mengacu beberapa indikator. Dengan Indikator itu, nantinya bisa menentukan arah kbijakan pemerintah, treatmen atau usaha apa yang harus dilakukan.

"UN juga dirasa sangat penting untuk menambah semangat belajar peserta didik disekolah," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan Ujian Nasional (UN) 2020 akan UN terakhir kali dilaksanakan. Karena Mulai 2021 mendatang, pemerintah akan menggantikan UN itu dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang akan mengukur kemampuan nalar siswa.[saf/ito]

Tag : Un, pgri, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat