21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Janjikan Jadi CPNS, Oknum Guru SD Tipu Puluhan Korban

blokbojonegoro.com | Wednesday, 08 January 2020 13:00

Janjikan Jadi CPNS, Oknum Guru SD Tipu Puluhan Korban

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Seorang guru SD inisial (SN) di Kabupaten Bojonegoro, diamankan oleh Polres Bojonegoro, lantaran telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap para korban dengan dalih bisa meloloskan para korban tersebut menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Diduga ada puluhan korban penipuan CPNS oleh tersangka, namun yang melapor baru ada satu korban yang inisialnya DPC (41) warga Kecamatan Kedungadem," tutur Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan.

Kapolres menuturkan dalam modus operandinya, tersangka meyakinkan para korbanya bisa meloloskan para korbannya dengan syarat, tersangka meminta sejumlah uang 30 juta rupiah. Namun setelah ditunggu, janji yang diutarakan tersangka tidak kunjung ada hasilnya.

"Kejadian penipuan CPNS yang dialami DPC (41) terjadi pada bulan Februari 2019 lalu," terang Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan.

Masih kata Kapolres Bojonegoro menceritakan, awal mula kronologinya yakni Pada bula Juli 2019 tersangka yakni SN menelpon korban DPC untuk memberitahukan bahwa di bulan Agustus ada lowongan PNS tanpa tes, dengan dalih ada jalur khusus dan harus memenuhi persyaratan salah satunya membayar biaya administrasi 30 juta rupiah.

Lanjut Kapolres Bojonegoro, setelah Korban menyiapkan berkas kelengkapan itu, tersangka SN masih dibulan yang sama yakni bulan Juli tersangka menelpon korban DPC untuk mengantarkan berkas kelengkapan kepada tersangka dan kemudian tersangka menyakinkan korban DPC bahwa bulan Agustus 2019 sudah bisa jadi PNS.

"Namun, setelah ditunggu-tunggu korban DPC tidak ada perekrutan PNS bahkan uang administrasi korban raib dibuat oleh tersangka untuk kebutuhan sehari-harinya," terang Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan.

Dari hasil data yang diperoleh Polres Bojonegoro, korban penipuan CPNS ada sekitar 82 orang, data itu diakui oleh tersangka SN, namun dari jumlah korban itu baru ada 24 korban penipuan CPNS yang telah diketahui. Atas hasil penipuan CPNS itu tersangka berhasil meraup pundi uang dengan estimasi yang didapat sekitar 2.1 milyar lebih yang digunakan oleh tersangka untuk umroh, kredit atau beli mobil serta kebutuhan lainnya.

"Hasil uang yang telah diamankan hampir satu miliar (Rp933.500 .000)," beber Kapolres

Atas adanya kejadian ini, Polres Bojonegoro, mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan janji-janji oknum yang bisa meloloskan jadi PNS. Pasalnya rekrutmen CPNS langsung ditangani oleh pusat dan dengan sistem online sehingga pelaksanaan perekrutan CPNS cukup terbuka.[saf/ito]

Tag : cpns, lowongan, penipuan, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat