13:00 . Musim Durian Tiba Pedagang Dadakan Menjamur   |   12:00 . Curah Hujan Tinggi, Disperta Berharap Petani Daftar AUTP   |   11:00 . Inovatif, Pria Ini Sulap Kelengkeng Jadi Minuman Herbal Hingga Shampo   |   08:00 . Tahanan Polres Nikah, Prosesi Ijab Kabul Dikawal Polisi   |   07:00 . Mengenal Karakter Anak Berdasarkan Hari Lahirnya   |   22:00 . Terpilih Jadi Kades, Pria Ini Diarak Keliling Kampung   |   21:00 . Terpilih Jadi Kades Bangilan, M Safii Diarak dengan Lantunan Salawat   |   20:00 . Pasangan Pasutri Ini Jadi Kades di Kecamatan Kalitidu   |   19:00 . Warga Kalirejo Antusias Tunggu Hasil Rekapitulasi Pilkades   |   18:00 . Pilkades Kalitidu Berundian Motor Hingga Perkakas Elektronik   |   16:00 . Perhitungan Suara di Bangilan Mundur, Suasana Sempat Memanas   |   15:00 . Demi Datang ke TPS Warga Harus Lewati Dua Kecamatan   |   14:00 . Warga Pancur Meninggal Mendadak Saat Ikut Nyoblos   |   13:00 . Tak Mau Masuk Bilik Suara, Kakek di Pohbogo Takut Akan Disuntik   |   12:00 . Panitia Pilkades Bangilan Jemput Bola ke Rumah Warga yang Sakit   |  
Thu, 20 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 07 February 2020 10:00

Jumlah Penyuluh Pertanian Belum Seimbang

Jumlah Penyuluh Pertanian Belum Seimbang

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Kasubag Umum dan Kelestariatan, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Agus Natri mengatakan, di Bojonegoro saat ini masih kekurangan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk pertanian.

Kondisi inilah yang menyebabkan penyuluhan program-program pertanian di Kabupaten Bojonegoro terhambat, bahkan imbasnya seorang petugas penyuluh pertanian saat ini harus memegang tugas lebih dari dua hingga tiga desa.

Agus Natri mengatakan, data PPL pertanian yang dimiliki oleh Disperta untuk aparatur sipil negara (ASN) 61 orang, tenaga penyuluh lapangan non ASN 79 orang, total keseluruhan 140 orang.

"Total keseluruhan ada 140 tenaga penyuluh," ujarnya.

Idealnya tentu setiap satu desa harus memiliki satu PPL pertanian supaya seimbang. Dan seharusnya jumlah petugas PPL yang dimiliki sebanyak 419 sesuai dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

"Seharusnya sesuai dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro, supaya seimbang ketika melakukan penyuluhan serta penyelesaian masalah di lapangan," kata Agus.

Kurangnya jumlah petugas PPL tentu sangat berpengaruh terhadap pelayanan kepada petani. Khususnya dalam penyampaian sosialisasi program pertanian, terlebih solusi dari kesulitan yang dihadapi para petani di lapangan juga terhambat.

"Tentu kondisi ini sangat menghambat program pertanian, dari segi pengawasan di lapangan juga menjadi kurang maksimal," ungkapnya.

Selebihnya, Agus Natri menambahkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya kini telah mengajukan tambahan petugas. Diharapkan pada tahun 2020 melalui seleksi CPNS maupun tenaga Perjanjian Kerja (P3K), PPL bisa bertambah.

"Tahun ini untuk tambahan petugas semoga ada, karena ada 6 tenaga penyuluh pertanian yang statusnya ASN akan purna," tutup Agus Natri kepada blokBojonegoro.com. [liz/mu]

Tag : tenaga penyuluh, pertanian, PPL


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat