11:00 . Inovatif, Pria Ini Sulap Kelengkeng Jadi Minuman Herbal Hingga Shampo   |   08:00 . Tahanan Polres Nikah, Prosesi Ijab Kabul Dikawal Polisi   |   07:00 . Mengenal Karakter Anak Berdasarkan Hari Lahirnya   |   22:00 . Terpilih Jadi Kades, Pria Ini Diarak Keliling Kampung   |   21:00 . Terpilih Jadi Kades Bangilan, M Safii Diarak dengan Lantunan Salawat   |   20:00 . Pasangan Pasutri Ini Jadi Kades di Kecamatan Kalitidu   |   19:00 . Warga Kalirejo Antusias Tunggu Hasil Rekapitulasi Pilkades   |   18:00 . Pilkades Kalitidu Berundian Motor Hingga Perkakas Elektronik   |   16:00 . Perhitungan Suara di Bangilan Mundur, Suasana Sempat Memanas   |   15:00 . Demi Datang ke TPS Warga Harus Lewati Dua Kecamatan   |   14:00 . Warga Pancur Meninggal Mendadak Saat Ikut Nyoblos   |   13:00 . Tak Mau Masuk Bilik Suara, Kakek di Pohbogo Takut Akan Disuntik   |   12:00 . Panitia Pilkades Bangilan Jemput Bola ke Rumah Warga yang Sakit   |   11:00 . Sempat Terisolasi di Asrama Selama Dua Minggu   |   10:00 . Lanjut Usia Tetap Semangat Salurkan Hak Suara   |  
Thu, 20 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 12 February 2020 18:00

Cegah Penyebaran Antraks, Disnakkan Beri Edukasi Peternak Sapi

Cegah Penyebaran Antraks, Disnakkan Beri Edukasi Peternak Sapi

 

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Meski sudah lama penyakit antraks yang menyerang sapi sudah tidak ditemukan. Namun beberapa bulan lalu, Penyakit antraks kembali muncul di wilayah Indonesia tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Munculnya penyakit itu membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro langsung bergerak cepat guna mengantisipasi penyebaran penyakit itu di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Plt Disnakkan Bojonegoro, Catur Rahayu mengungkapkan, upaya antisipasinya  dengan memberikan memberikan pemahaman berupa penyuluhan ke peternak dan pedagang maupun pengusaha hewan ternak terkait dengan penyakit sapi yang disebabkan bakteria Bacillus Anthracisini ini.

"Pihaknya sudah memberikan edukasi kesemua elemen peternak terkait penyakit serta penyebaran penyakit antraks," tutur wanita yang biasa disapa Yayuk ini.

Masih kata Yayuk, di Bojonegoro, pihaknya memastikan bahwa penyakit antraks tidak ada, bahkan keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) di Bojonegoro juga sangat membantu mengantisipasi hewan sapi yang terjangkit antraks. Pasalnya, penyakit antraks bisa tersebar karena sosial masyarakat itu sendiri.

"Tahun 1930 an lalu memang penyakit antraks sempat menyebar di Bojonegoro, bahkan 2016 lalu, antraks juga sempat menyebar di Kabupaten Blitar dan terbaru 2019 lalu antraks sempat menyebar di Gunung Kidul Yogjakarta," ujarnya.

Dengan munculnya kembali penyakit antraks itu, Disnakkan memberikan edukasi semua elemen peternak mulai Dokter hewan, petugas ternak, pengusaha serta kepala RPH untuk mengenali sejak dini gejala penyebaran serta cara pencegahan antraks di Bojonegoro.

Pada edukasi kepada peternak maupun pengusaha ternak, Disnakkan mendatangkan Kabid pencegahan penyakit dari Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta dan perwakilan Disnakan Provinsi Jatim guna mengenali gejala hewan ternak yang terindikasi terkena antraks. 

Perlu diketahui, anthrax merupakan penyakit pada hewan pemakan rumput dan hewan liar, tetapi dapat menyerang manusia (bersifat zoonosis). Penyakit ini digolongkan sebagai occupational disease (penyakit akibat pekerjaan) yang terutama menyerang peternak, petani, pekerja yang memproses kulit, bulu, tulang, dan bahan asal hewan lainnya, dokter hewan. Selain itu penyebaran antraks juga bisa melalui tiga cara yakni penyerangan virus melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.[saf/lis]

Tag : Antraks, sakit, hewan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat