19:00 . Bermain di Sungai, Anak 9 Tahun Ditemukan Meninggal Tenggelam   |   18:00 . Ngabuburit, Masyarakat Disuguhi Lukisan Komunitas Sangrupa   |   17:00 . Banyak Warga Keluar Ngabuburit, Jembatan Glendeng Sesak   |   16:00 . Antre Lewat Jelang Berbuka   |   14:00 . Calon Jema’ah Haji Khususnya Lansia Divaksin   |   13:00 . Upaya Penanganan Pertamina EP Direspons Positif   |   12:00 . Melesat Naik, Harga Emas Dibanderol Rp937.000   |   11:00 . Bersama Realfood, DMI Bojonegoro Bagi Takjil di Ribuan Masjid   |   10:00 . Perempuan Asal Bojonegoro Diamankan Satpol PP Tuban di Eks Lokalisasi Gandul   |   09:00 . Gerak Cepat, Jasa Raharja Santuni Korban Laka di Sumberrejo   |   08:00 . Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kab. Bojonegoro Resmi Dilantik   |   07:00 . Tips Memilih Makanan Sehat Agar Tetap Bugar Selama Puasa   |   05:00 . Kasus Baru Tambah 2, Konfirmasi Positif Menjadi 14 Orang   |   17:00 . Asal Muasal Desa Ngringinrejo, Sesepuh: Ada Senopati Moksa di Beringin Raksasa   |   16:00 . Menuju Smart Green City, Bojonegoro Berupaya Jadi Kota Ramah Disabilitas   |  
Sun, 18 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Disnakan Pastikan Hewan Kurban Tidak Bisa Tularkan Virus Corona

blokbojonegoro.com | Tuesday, 07 July 2020 13:00

Disnakan Pastikan Hewan Kurban Tidak Bisa Tularkan Virus Corona

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro memastikan hewan kurban tidak bisa membawa virus corona (Covid-19). Mengingat sebentar lagi memasuki hari raya Idhul Adha atau Hari Raya Kurban.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, bahwa virus corona tidak bisa menular kepada hewan ternak. Hewan yang membawa penyakit kepada manusia atau zoonosis biasanya berupa penyakit berat seperti anthrax.

"Kalau untuk penyakit antrax, Bojonegoro dipastikan sudah bebas dari penyakit berat itu," ujarnya, Selasa (7/7/2020).

Terkait adanya rumor bahwa hewan kurban khususnya sapi wajib di swab test ia membantahnya. Terkait informasi tersebut memang sempat beredar, tetapi sudah kembali diklarifikasi lagi.

"Sebelumnya kan ada berita yang beredar di Batam, bahwa sapi jenis Bali yang masuk kesana wajib di test, tetapi bukan di swab test melainkan test untuk penyakit Jembrana dan disini juga tidak ada sapi Bali," lanjutnya.

Penyakit Jembrana sendiri adalah penyakit hewan menular pada sapi yang disebabkan oleh virus jembrana. Pengakit ini bersifat akut dan menimbulkan tanda klinis yang terjadi pada sapi Bali saja (Bos Jawanicus Domesticus), sedangkan pada jenis sapi lain hanya bersifat subklinis dan tidak menunjukan tanda klinis yang nyata.

"Jadi masyarakat tidak pelru takut dan resah, kalau hewan ternak bisa membawa virus corona," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya pun bakal membentuk tim satuan tugas (Satgas) untuk pemeriksaan hewan kurban kepada para penjual dengan melibatkan instansi persatuan dokter hewan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa hewan tersebut dalam keadaan sehat dan masuk kriteria bisa digunakan untuk kurban.

"Nantinya, hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan semacam tanda, sehingga masyarakat bisa tahu bahwa hewan yang sehat itu ada tanda buktinya," pungkasnya.[din/ito]

 

Tag : Disnakkan, Bojonegoro, sapi, ternak


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat