21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Thu, 28 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Disnakan Pastikan Hewan Kurban Tidak Bisa Tularkan Virus Corona

blokbojonegoro.com | Tuesday, 07 July 2020 13:00

Disnakan Pastikan Hewan Kurban Tidak Bisa Tularkan Virus Corona

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro memastikan hewan kurban tidak bisa membawa virus corona (Covid-19). Mengingat sebentar lagi memasuki hari raya Idhul Adha atau Hari Raya Kurban.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, bahwa virus corona tidak bisa menular kepada hewan ternak. Hewan yang membawa penyakit kepada manusia atau zoonosis biasanya berupa penyakit berat seperti anthrax.

"Kalau untuk penyakit antrax, Bojonegoro dipastikan sudah bebas dari penyakit berat itu," ujarnya, Selasa (7/7/2020).

Terkait adanya rumor bahwa hewan kurban khususnya sapi wajib di swab test ia membantahnya. Terkait informasi tersebut memang sempat beredar, tetapi sudah kembali diklarifikasi lagi.

"Sebelumnya kan ada berita yang beredar di Batam, bahwa sapi jenis Bali yang masuk kesana wajib di test, tetapi bukan di swab test melainkan test untuk penyakit Jembrana dan disini juga tidak ada sapi Bali," lanjutnya.

Penyakit Jembrana sendiri adalah penyakit hewan menular pada sapi yang disebabkan oleh virus jembrana. Pengakit ini bersifat akut dan menimbulkan tanda klinis yang terjadi pada sapi Bali saja (Bos Jawanicus Domesticus), sedangkan pada jenis sapi lain hanya bersifat subklinis dan tidak menunjukan tanda klinis yang nyata.

"Jadi masyarakat tidak pelru takut dan resah, kalau hewan ternak bisa membawa virus corona," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya pun bakal membentuk tim satuan tugas (Satgas) untuk pemeriksaan hewan kurban kepada para penjual dengan melibatkan instansi persatuan dokter hewan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa hewan tersebut dalam keadaan sehat dan masuk kriteria bisa digunakan untuk kurban.

"Nantinya, hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan semacam tanda, sehingga masyarakat bisa tahu bahwa hewan yang sehat itu ada tanda buktinya," pungkasnya.[din/ito]

 

Tag : Disnakkan, Bojonegoro, sapi, ternak


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat