23:00 . Berkas Lengkap, Dua Calon Rebutkan Kursi Ketua   |   22:30 . Praktek Padamkan Api   |   22:00 . PEPC Turut Berpartisipasi Tingkatkan Kewaspadaan Tanggap Darurat di Purwosari   |   21:00 . Ujian Perades di Balen, Inilah Nama-nama Peraih Nilai Tertinggi   |   20:00 . Desa Prayungan Masuk 5 Besar PPID Award, ini yang Dilakukan   |   19:30 . GP Ansor Ngambon Peringati Hari Santri dengan Donor Darah   |   19:00 . Inilah Pemenang Lomba Dalam Rangka Hari Santri   |   18:30 . Patuh Prokes Upacara Hari Santri Virtual Khidmat   |   18:00 . Harga Telur Ayam Ras Naik Kembali   |   17:30 . Berapa Lama Virus Corona Dapat Bertahan di Permukaan atau Benda?   |   17:00 . AMSI-EMCL Serahkan APD untuk Nakes di Bojonegoro dan Tuban   |   16:00 . Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang   |   15:00 . BPJS Kesehatan Ikuti Workshop Virtual Anugerah Jurnalistik   |   14:00 . Peringatan HSN, Santri Harus Patuhi Prokes   |   13:30 . 3 Wajib Melawan Covid-19 (Iman, Aman dan Imun)   |  
Fri, 23 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 06 August 2020 13:00

Yuk Belajar Ala Millenial di Taman Kunto Wijoyo Mojodeso

Yuk Belajar Ala Millenial di Taman Kunto Wijoyo Mojodeso

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sekian lama, tentu membuat banyak generasi millenial belajar dari rumah. Masih dalam bayang-bayang Covid-19, para millenial tampaknya mulai bosan menghabiskan waktu seharian dengan gadget kesayangan mereka.

Berdiam diri, tentu membuat mereka jenuh dan ingin mengunjungi tempat yang bisa memberikan pengalaman berbeda.

Untuk melepas penat dan kejenuhan, Taman KW atau Kunto Wijoyo bisa jadi alternatif. Area mungil yang berlokasi di RT. 11 Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro ini sebetulnya adalah pusat kegiatan bagi kelompok Asman Toga Kunto Wijoyo.

Di tempat ini, aneka tanaman herbal dibudidaya sekaligus dimanfaatkan menjadi minuman herbal sehingga pengunjung taman ini bisa  berkonsultasi tentang keluhan kesehatan yang dialami.

Sembari menikmati minuman herbal untuk meredakan sakit yang diderita, terdapat sekitar 15 jenis minuman herbal di tempat ini dengan sistem pembelian per-order atau pesan satu hari sebelumnya. Untuk harga jual minuman herbal ini pun relatif terjangkau yakni seharga Rp7.000 per 330 ml.

"Selain aneka minuman herbal dari berbagai jenis bunga dan daun, pengunjung juga bisa menikmati layanan pijat acupressure di Taman Kunto Wijoyo," ucap Koordinator Taman Kunto Wijoyo, Adib Nurdiyanto.

Pemijatan dilakukan oleh tenaga pijat yang terlatih oleh Puskesmas Kapas sehingga memang bertujuan untuk meredakan keluhan kesehatan para pengunjung.

"Disamping acupressure, juga tersedia layanan pijat urut untuk pengunjung yang merasa capek atau pegal. Lama durasi pijat urut ini adalah sekitar 80 menit dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp50.000," ujar Koordinator Taman Kuntowijoyo, Adib Nurdiyanto.

Tak hanya edukasi berkaitan toga, minuman herbal dan acupressure saja. Bagi millenial yang suka kegiatan olahraga pun bisa terpuaskan di taman ini.

Di Taman KW ini, pengunjung juga bisa belajar menembak. Konsep menembak di tempat ini adalah upaya mengurangi hama pertanian, yakni tikus. Dengan menggunakan senapan angin, para millenial ini dipandu untuk bisa menggunakan senapan dan mengenai target sasaran.

Sementara itu, bagi pengunjung yang suka dengan berbagai macam tantangan, di Taman KW ini juga menyediakan atraksi saat malam hari. Atraksi ini tidak hanya ditampilkan oleh ahli namun juga bisa dicoba oleh semua pengunjung mulai usia 10 tahun hingga dewasa.

Atraksi yang dimaksud yakni memegang api dengan tangan kosong, tentu sensasi yang luar biasa dengan jepretan kamera yang tepat akan memberikan pengalaman seru bagi pengunjung. Pelatih pun telah memastikan bahwa kegiatan ini aman, dan telah sesuai prosedur kegiatan yang mengutamakan keselamatan bersama.

Berbeda dari tempat edukasi yang lain, Taman Edukasi Kunto Wijoyo ini tidak bisa dikunjungi setiap saat. Melainkan harus menghubungi pihak pengelola terlebih dahulu, untuk pengunjung pun dibatasi di bawah 7 orang setiap kali kunjungan.

"Hari efektif pengunjung rata-rata datang saat sore hari. Sementara saat di akhir pekan, bisa dikunjungi mulai pagi hingga sore. Untuk masa pandemi ini, protokol kesehatan pun tetap diutamakan demi memutus mata rantai Covid. Yakni dengan menggunakan masker ketika berkunjung, menjaga jarak serta mewajibkan cuci tangan," pungkasnya. [liz/lis]

Tag : Taman, edukasi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat