12:00 . Pemdes Kalianyar Bagikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir   |   10:00 . Awal Tahun Harga Telur Ayam Turun   |   09:00 . Akhir Pekan Harga Logam Mulia Turun Rp5.000 per Gram   |   08:00 . Bantu Pasien Covid-19, Polres Screening Pendonor Plasma Konvalesen   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Gaya Belajar Anak!   |   06:00 . Ayo Dukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen   |   22:00 . Apa Itu Terapi Plasma Konvalesen ?   |   21:00 . Taman Gajah Bolong Diresmikan   |   20:00 . Perbaiki Peta Zonasi Risiko, dengan Disiplin Jalankan PPKM   |   19:00 . Lembaga Eijkman Tidak Temukan Varian Baru Virus Covid-19   |   18:00 . Monitoring dan Evaluasi Menjadi Dasar Perpanjangan PPKM   |   17:00 . Hujan Terus, Tanah di Desa Semanding Longsor   |   16:00 . Disuntik Vaksin, Arumi Pegang Erat Tangan Wagub Emil Dardak   |   15:00 . Diresmikan, Taman Gajah Bolong Tawarkan Fasilitas Menarik untuk Refreshing   |   14:00 . Relawan Nasi Bagikan Nasi untuk Korban Banjir   |  
Sat, 23 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

TPA Banjarsari Jauh dari Kesan Kumuh

blokbojonegoro.com | Tuesday, 08 September 2020 19:00

TPA Banjarsari Jauh dari Kesan Kumuh

Penulis : Yudi Kuswanto 

blokBojonegoro.com – Tempat yang berhubungan dengan sampah biasanya sangat lazim dari bau menyengat, kumuh dan berserakan. Tapi akan sangat berbeda dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarsari yang bertempat di Kecamatan Trucuk, Bojonegoro ini. 

Dibangunnya taman di area TPA mampu membuang jauh-jauh kesan kotor. Bahkan meski sudah berada di dalamnya tidak tercium sedikitpun bau sampah yang menyengat. Fasilitas taman, menurut penuturan salah satu pengelola TPA Banjarsari, Mualim, dibuat dari pendaur-ulangan sampah yang masih bisa dimanfaatkan.

“Ini dari limbah semua, untuk pavingnya dari limbah dari kota kita manfaatkan dari gazebo, dari ayunan itu limbah semua kita manfaatkan,” ucapnya kepada blokBojonegoro.com.

Pengunjung yang datang tak sekedar disuguhi hijaunya taman tetapi juga bisa melihat fauna langka, yakni burung merak. Menurutnya sebelum adanya pandemi, animo masyarakat yang berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir Banjarsari sangat besar, mulai dari anak-anak PAUD sampai mahasiswa yang melangsungkan skripsi.  

Meski luas area hanya 4,5 hektar dapat dikatakan kecil untuk ukuran TPA, namun dengan pengelolaan yang tepat TPA Banjarsari bisa mengurus tata kelola sampah. Pemanfaatanya sendiri untuk sampah non organik dijadikan menjadi bahan bakar minyak, sampah organik dibuat kompos lalu didistribusikan ke beberapa toko bunga yang berada di Bojonegoro. Selain itu gas metana yang terkandung dalam tumpukan sampah juga dimanfaatkan menjadi tenaga listrik untuk mengaliri aula dan tempat penimbangan sampah.

Jika ada pengunjung yang akan datang kesana tidak dipatok tiket atau gratis, di sisi lain warga masyarakat bisa menambahkan TPA Banjarsari sebagai pilihan melepas penat juga bisa menambah pengetahuan akan pengelolaan sampah yang tepat, baik dan benar sehingga tidak menimbulkan bau.

“Kadang-kadang malah ada yang bilang mana sampahnya tidak ada. Tidak tahu kalau sudah dimanfaatin dan di belakang itu sampah, kan nggak bau, karena pengelolaan sampah di sini tepat,” tambahnya. [ito]

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang magang di blokBojonegoro.com

Tag : tpi, banjarsari, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat