21:00 . Produsen Kurma Jawa Keluhkan Penurunan Omzet   |   20:00 . Gaungkan Seni Drama, Kata Aksara Gelar Lakon 'Pelacur Terhormat'   |   19:00 . Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Bojonegoro Gelar PKKS   |   18:00 . Rantai Distribusi Vaksin Telah Siap, Begini Alurnya   |   17:00 . Harga Bawang Merah Turun Lagi, Per Kilogram Rp30.000   |   16:00 . Masih Ada Warga yang Tak Taat Prokes saat di Luar   |   15:00 . Polres Bojonegoro Salurkan Bantuan Korban Banjir   |   14:00 . Berikut Hasil Uji Kualitas Udara di Bojonegoro   |   13:00 . Dimsum Seribuan Laris Manis   |   12:00 . Mengapa Kita Perlu Imunisasi?   |   11:00 . Pemohon Banpres BPUM Dinkop Bojonegoro Capai 31.502   |   10:00 . PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya Super Merdeka untuk UMKM   |   09:00 . Sejak Dulu Imunisasi Cegah Penyakit Menular   |   08:00 . Presiden Kutuk Terorisme di Sigi   |   07:30 . Kesembuhan Covid-19 di Provinsi ini Meningkat Pesat   |  
Wed, 02 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 09 September 2020 13:00

IDFoS Gelar Diskusi Reboan Terkait Kebijakan Pelayanan Sampah Terintegrasi

IDFoS Gelar Diskusi Reboan Terkait Kebijakan Pelayanan Sampah Terintegrasi

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Salah satu Non Government Organization (NGO) di Bojonegoro, Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia, gelar Diskusi Reboan terkait perumusan kebijakan pelayanan pelayanan sampah yang baik, bertanggung jawab dan terintegrasi di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (9/9/2020).

Turut hadir peserta diskusi aktif reboan dari berbagai unsur. Baik Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU cipta karya, DPMPD, Bappeda, Dinas Kesehatan, Pengelola TPA hingga civil society organization (CSO). 

Kabupaten Bojonegoro sendiri telah memberikan pelayanan sampah kepada Masyarakat, dengan menyediakan berupa tempat penanmpungan sampah (TPS). Sebanyak 15 unit dan 27 TPS di setiap kecamatan yang ada di Bojonegoro.

Namun jumlah tersebut tidak memadahi dengan volume yang dihasilkan dari sampah rumah tangga, idelanya 1.000 rumah tangga terdapat 1 lokasi TPS. 

"Terkait diskusi reboan ini, kami mengajak beberapa pihak terkait untuk mendiskusikan kebijakan pelayanan sampah terintegrasi yang ada di Bojonegoro," ungkap Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo.

Pihaknya juga menuturkan, untuk menghindari masalah tersebut. Beberapa Pemerintah Desa membangun TPS mandiri, namun masalahnya sebagian TPS tidak berfungsi. 

"Karena beberapa faktor penyebab. Yakni kurangnya fasilitas hingga sosialisasi dan kurang terkoneksi," ucapnya. 

Sementara itu, Fathoni, dari pihak Dinas Lingkungan Hidup, mengatakan, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga Bojonegoro tentang dampak buruk sampah masih kurang.  Faktanya volume sampah domestik yang dihasilkan dari rumah tangga rata-rata 2,5 liter per hari. 

"Peningkatan pengetahuan Masyarakat terkait sampah masih minim. Apalagi pemisahan sampah, jadi kita mengajak semua pihak yang terlibat untuk bersama-sama belajar terkait kebijakan pelayanan sampah terintegrasi," pungkasnya. [liz/ito]

Tag : NGO, idfos, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat