23:00 . Pengendara Motor Tabrak Truk Parkir di Jalan   |   21:00 . MWC NU Ngasem Peringati Harlah NU ke 98   |   20:00 . Sempat Turun, Kini Harga Daging Ayam Boiler Merangkak Naik   |   19:00 . Sempat Ditutup, Pemkab Mulai Buka Dua Wisata Alam Bojonegoro   |   18:00 . Manfaatkan Bekatul Mahasiswa STAI Attanwir Sukses di Ajang Kompetisi Bisnis Nasional   |   17:00 . Sanggar Literasi Menjadi Salah Satu Solusi Edukasi di Tengah Pandemi   |   16:00 . Dua RT di Napis, Bojonegoro Belum Teraliri Listrik   |   15:00 . Alternatif Berjualan di Tengah Pandemi dengan Rujak Jambu Krisral   |   14:00 . Tata Laksana Vaksinasi Gotong Royong Sesuai Standar Kemenkes   |   12:00 . Pelantikan, KNPI Serahkan Hasil Musrenbang Kepemudaan pada Bupati   |   11:00 . Pelantikan KNPI, Disampaikan Pentingnya Persiapan Hadapi Era 4.0   |   10:00 . Upaya Paralel Mempercepat Herd Immunity   |   09:00 . LIVE: Peresmian Lembaga Krida Wira   |   08:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.136.054 Orang   |   07:00 . Menkes Minta Ponpes Tetap Terapkan Prokes   |  
Mon, 01 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kemarau, 2.926 Hektare Sawah Dibiarkan Bero

blokbojonegoro.com | Wednesday, 14 October 2020 19:00

Kemarau, 2.926 Hektare Sawah Dibiarkan Bero

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, berdampak terhadap ribuan hektare lahan area persawahan milik petani mengalami kekeringan dan tidak bisa ditanami, dikarenakan kekurangan air. Akibatnya, ribuan hektare persawahan di Kabupaten Bojonegoro tidak bisa ditanami dan dibiarkan bero.

"Saat ini total ada 2.926 hektare sawah petani yang kekeringan atau dibiarkan bero," ungkap Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Pria yang disapa Zaenal mengatakan, ribuan lahan pertanian yang mengalami kekeringan tersebut tersebar di Kabupaten Bojonegoro, seperti Kecamatan Sukosewu, Sumberrejo, Kepohbaru, Dander, Sugihwaras dan kecamatan lainnya.

Bahkan lanjut Zaenal dengan kondisi itu, lahan pertanian atau sawah milik petani mengalami kekeringan dan kondisi lahan pertanian banyak yang pecah-pecah (Nelo) karena kekurangan air. Sehingga petani hanya bisa menunggu dengan harapan musim penghujan segera datang.

"Untuk awal musim hujan, diprediksi pada dasarian ketiga bulan Oktober ini sudah masuk musim penghujan," cakap Zaenal.

Masih kata Zaenal, dengan predisksi tersebut, diperkirakan pada bulan November nanti, petani Bojonegoro sudah masuk dimusim tanam. Akan tetapi, untuk saat ini lahan pertanian sementara masih dibiarkan bero.

Adapun lahan persawahan/pertanian yang masih dibiarkan bero itu, seperti lahan pertanian di Kecamatan Sukosewu yakni seluas 462 hektar dan lahan pertanian di Kecamatan Sumberrejo seluas 1.682 hektare.[saf/lis]

 

Tag : Sawah, tanaman


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat