15:00 . Satgas Covid-19: Penyelenggaraan Vaksinasi Ikuti Sasaran Prioritas   |   14:00 . PPKM Mikro Berdampak Terhadap Penanganan Covid-19 di Pulau Jawa - Bali   |   13:00 . Siswi SMA Plus Al-Fatimah Juara 1 Lomba Esai HPN PWI Bojonegoro   |   12:00 . PWI Bojonegoro Peringati Puncak Hari Pers Nasional 2021   |   11:00 . Siapkan SDM Berkualitas, BLK Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi   |   10:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.128.672 Orang   |   08:00 . Mekanisme Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk PTK   |   07:00 . Dear Parents, Ini Tips Merawat Kulit Bayi Agar Tidak Mudah Iritasi   |   05:00 . Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Bojonegoro Menjadi 54 Orang   |   20:00 . Terima SK, Para PPPK Mengaku Senang   |   19:00 . Fokus PEN 2021: Menanggulangi Pandemi dan Membangkitkan Ekonomi Nasional   |   18:00 . Bupati Hadiri Pengukuhan Dewan dan Temu Wicara Pendidikan   |   17:00 . Temu Wicara Semua Pihak Paparkan Masalah dan Solusi Pendidikan Bojonegoro   |   16:00 . Giliran Petugas Dispendukcapil Lakukan Vaksinasi Tahap Kedua   |   15:00 . 5.172 Petugas Pelayan Publik Ikuti Vaksinasi Tahap Kedua   |  
Sat, 27 February 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Lembaga Pemantau Pemilu Berperan Penting dalam Pilkada Bebas Covid-19

blokbojonegoro.com | Sunday, 06 December 2020 04:00

Lembaga Pemantau Pemilu Berperan Penting dalam Pilkada Bebas Covid-19

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Lembaga pemantau pemilihan umum (Pemilu) memiliki peran sangat penting agar pilkada terhindar dari kecurangan dan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan.  Oleh karena itu organisasi pemantau Pemilu perlu memperluas perannya, tidak hanya bekerja pada saat pemilihan umum tapi juga terlibat dari hilir dalam hal prosesnya.

Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro menegaskan, organisasi pemantau pemilu harus juga memastikan pelaksanaan pilkada berjalan baik termasuk sehat dan terbebas dari penularan Covid-19. "Semoga Pilkada lancar, semua pihak sehat dan tidak terjadi klaster baru Covid-19,” tegasnya saat menjadi pembicara kunci webinar Bimbingan Teknis Pemantau Pemilu Pilkada 2020 Network for Indonesian Democratic Sociey (Netfid).

Pada kesempatan ini, Juri yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menyampaikan, pentingnya peran organisasi pemantau Pemilu. Untuk itu, ia menekankan, pemantau Pemilu tidak satu arah dan harus menyeluruh ke seluruh pihak yang terlibat dalam Pemilu. “Hingga kini, pemantau Pemilu masih relevan keberadaannya.  Terlebih, semua pihak yang terlibat dalam Pemilu punya potensi melakukan kecurangan atau pelanggaran dalam meraup suara,” ungkap Juri.

Juri juga berpesan, pemantau Pemilu merupakan orang terpilih yang merupakan pribadi atau organisasi yang kredibel. Bahkan, katanya, pemantau Pemilu bisa menjadi tumpuan dalam demokratisasi Pemilu dan harus jadi alternatif bagi upaya memperbaiki Pemilu. Dia juga menegaskan, orang-orang yang terlibat dalam pemantau pemilu harus punya sifat kerelawanan dengan tidak mengharapkan honor.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Rektor IV LSPR sekaligus Dewan Pembina Netfid Lestari Nurhajati berharap pemantau Pemilu tidak hanya bekerja dalam hal prosedural saja, melainkan juga secara substansial.

 “Konsep pemantauan harus di semua lini. Pemantau akan jadi luar biasa jika sangat mampu membagi pekerjaan di beberapa sektor,” ujar Lestari seraya mengingatkan, semua pihak harus sadar akan kesehatan karena Pilkada 2020 berada di tengah pandemi Covid-19.

Peneliti Senior Netgrit Hadar N. Gumay yang juga hadir dalam webinar ini setuju jika pemantauan Pemilu punya peran yang sangat penting. Terlebih, kata Hadar, kerap terjadi beragam persoalan dalam Pemilu yang ternyata merupakan permasalah lama yang belum selesai. “Maka pemantau pemilu punya tujuan mulia yakni harus bisa memastikan integritas proses Pemilu,” kata Hadar.

Adapun Ketua Netfid Indonesia Dahliah Umar mengajak seluruh anggotanya untuk memperkuat soliditas dalam mengantisipasi beragam hal yang perlu dipantau. Pada intinya, Dahliah bilang, prinsip Pemilu adalah bebas dan adil, sehingga dia pun mendorong penyelenggara Pemilu berpegang pada prinsip itu. “Juga jangan dilupakan untuk memantau juga penerapan protokol kesehatan, karena Pilkada 2020 menjadi Pilkada pertama yang menerapkan protokol kesehatan akibat pandemi Covid-19,” jelas Dahliah.

Tag : Vaksinasi, ingat pesan ibu, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, satgas covid 19, satgas


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat