22:00 . Warga Wotan Antusias Sambut Bupati Saat Safari Ramadan   |   21:00 . Genap 4 Tahun, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   20:00 . Lagi, Pasangan Tak Suami Istri Terciduk Satpol PP di Kamar Kost   |   18:00 . Antisipasi Pembobolan Rekening, Polres Gelar Rakor dengan Pimpinan Bank   |   17:00 . Mancing, Cara Asyik Menanti Azan Maghrib   |   16:00 . Menjadi Kartini Inspiratif Masa Kini Melalui Empat Pilar   |   15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Menilik Kebun Kopi di Desa Tlogohaji

blokbojonegoro.com | Monday, 14 December 2020 14:00

Menilik Kebun Kopi di Desa Tlogohaji

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Tanaman kopi, biasa ditemui di daerah pegunungan maupun dataran tinggi dengan suhu sejuk dan tanah yang subur. Namun bagaimana jika tanaman itu ditanam di Bojonegoro, seperti kebun kopi yang ada di Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo.

Pengelola kebun Kopi, Ngadi menjelaskan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pertanian dan perkebunan sangat pesat. Berbagai riset, inovasi dan teknologi dikembangkan sedemikian rupa untuk mencari terobosan yang bisa memperkuat daya tahan sektor pertanian dan perkebunan di tengah persaingan pasar yang samakin ketat. Selain itu, juga memberikan kemungkinan masyarakat menanam jenis tanaman yang tidak biasa ditanam di daerah tertentu.

"Kebun kopi yang terletak di Desa Tlogohaji dikembangkan tahun 2019," kata Ngadi.

Salah satu tujuannya, kata Ngadi, untuk menguji perkembangan ilmu pengetahuan tersebut, sejauh mana bisa menyelesaikan problem alamiah (keadaan tanah, suhu, dan cuaca) di mana Desa Tlogohaji identik dengan tanah yang tidak subur, pecah-pecah pada saat kemarau, cuaca panas menyengat.

"Ada 3 jenis tanaman kopi yang dikembangkan, yaitu arabica, robusta dan liberica," imbuhnya.

Seluruh bibit yang ada di kebun tersebut, dikembangkan secara mandiri. Jarak tanam 2,5 x 2,5 meter. Selain itu, juga ada tanaman peneduh, antara lain pepaya, sengon, duren, kelor, dan mangga.

Untuk perawatannya, lanjut Ngadi, pemupukan dilakukan secara rutin dan memaksimalkan bahan-bahan organik yang tersedia di desa.

"Bahan yang digunkan untuk pupup antara lain kotoran kambing, sapi, brambut (kulit padi), gedebok pisang ditambah daun-daun tanaman peneduh yang membusuk dan di fermentasi," ulas Ngadi. [din/ito]

 

Tag : kebun, kopi, tlogohaji, sumberrejo, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat