17:00 . Trend Baju Lebaran 2021, Model Simpel Praktis Era New Normal   |   15:00 . Penjual Hampers Habiskan 1500 Paket Selama Ramadan   |   13:00 . Dihantam CB, Pengendara Supra Meninggal Seketika di Tempat   |   12:00 . 262 Pasangan Muda Ajukan Dispensasi Kawin   |   10:00 . Olah Sayur Jadi Berbagai Cemilan, Penjualan Hingga Mancanegara   |   08:00 . Kebakaran Hanguskan 10 Bidak Pasar Ayam Bojonegoro   |   07:00 . Tips Memperbaiki Kesehatan Keuangan Pasca Lebaran   |   19:00 . Ini Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Saat Larangan Mudik   |   18:00 . Nabung Emas Jadi Pilihan Investasi Menguntungkan Selama Pandemi   |   16:00 . Produksi Minuman Herbal Kekinian Wanita Asal Kapas Raup Omzet Belasan Juta   |   14:00 . Lebaran, Penumpang Perahu di Tambangan Sarirejo Meningkat   |   11:00 . Korsleting Listrik, Rumah Warga Kuncen Ludes Terbakar   |   08:00 . Petugas Gabungan Perketat Titik Penyekatan Kedewan-Cepu   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   19:00 . Pasca Macet....!!! Jembatan Glendeng Ditutup   |  
Sun, 16 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Gapeknas Walk Out Dalam Pertemuan Membahas J-TB

blokbojonegoro.com | Tuesday, 26 December 2017 16:00

Gapeknas Walk Out Dalam Pertemuan Membahas J-TB

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Pertemuan membahas terkait rencana pengembangan proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) berlangsung sedikit panas, bahkan dalam pertemuan itu sempat diwarnai aksi Walk Out oleh Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas).

Aksi Walk Out itu dilakukan oleh Gapeknas yang menganggap pertemuan yang digelar ini tidak sesuai harapan dan kurang transparan. Semestinya, pada pertemuan ini pihak Rekind hadir untuk menjelaskan apa saja yang menjadi syarat dan ketentuan bila ingin kerja bersama Rekind.

[Baca juga: Puluhan Kontraktor Lokal Hadiri Pertemuan Pengembangan J-TB ]

Secara terpisah saat ditemui blokBojonegoro.com, Ketua Gapeknas, Hadi mengatakan, baginya pertemuan ini tidak ada titik terang terkait pengembangan proyek pembangunan J-TB nantinya. Seharusnya, pihak Rekind harus melakukan pemaparan dan sosialisasi dulu dan menjelaskan persyaratan apa saja kalau kontraktor lokal pengen mendapatkan pekerjaan di JTB.

"Bukan dipasrahkan ke BUMD yang menentukan dan membuat persyaratan," celoteh Hadi yang juga sebagai Ketua Pemuda Pancasila.

Oleh karena itu, pihak Gapeknas mengganggap pertemuan ini tidak ada titik temu terkait pengembangan proyek pembangunan J-TB yang 30 persen nilainya dikelola oleh Kontraktor lokal.

Ditemui Terpisah, Ketua BBS Bojonegoro, Tony mengatakan, dari sekian kontraktor yang ada baru ada 10 kontraktor yang sudah lolos Seleksi dari pihak Rekind dan sudah memenuhi persyaratan.

"Biasanya syarat untuk lolos untuk kontraktor lokal harus memenuhi persyaratan seperti  sudah pernah terdaftar AML di Rekid serta mempunyai HSE minimal 50 persen," jelas Tony.

Oleh karena itu melalui BBS yang juga merupakan BUMD pihaknya mengamankan jatah proyek 30 persen yang kelola oleh kontraktor lokal, selain itu untuk mengantisipasi adanya disvariasi harga yang telah disepakati.

Dengan pertemuan ini diharapkan penyedia jasa lokal  tahu prosedur tau mekanisme dan ada solusi untuk melakukan kontrak dengan Rekind, agar penyedia jasa lokal dapat ikut serta dalam pekerjaaan proyek J-TB dan diharapkan nasibnya tidak seperti yang dulu.[saf/ito]

Tag : jtb, sosialisasi, gas

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat