18:00 . Secara Resmi Bupati Anna Serahkan 28 Unit Kendaraan Dinas Camat   |   16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |  
Wed, 30 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kadisdukcapil Akui Minim Alat Pencetakan

blokbojonegoro.com | Wednesday, 06 February 2019 23:00

Kadisdukcapil Akui Minim Alat Pencetakan

Reporter: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Ratusan warga Bojonegoro berjubel dan berdesakan di ruang pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan Kartu Keluarga (KK) di Mall Pelayanan Publik Kota Ledre.

Dalam ruangan pelayanan itu, udaranya cukup panas lantaran tidak ada pendingin (AC). Sehingga banyak warga berkeringat dan membuat kipas angin manual (kertas). Mereka terlihat berdiri dan berdesakan.

Namun, tidak sedikit pula warga Bojonegoro (pemohon) itu duduk di kursi yang sudah disediakan petugas. Tak hanya berjubel dan berdesakan di dalam ruangan. Tetapi, di luar ruangan pun banyak pemohon yang sudah antre berjam-jam.

Di pintu masuk ruang pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bojonegoro ini pun banyak pemohon yang berdesakan, ingin terlebih dahulu masuk dan mengurus keperluan.

Saking banyaknya pemohon, tak heran petugas Disdukcapil kuwalahan mengatur antrean. Bahkan, Kepala Disdukcapil, Chosim, sempat turun langsung menahan pemohon yang memaksa masuk ruangan.

Tidak hanya di dalam dan di luar ruangan pelayanan (sebelah utara), namun di serambi utama Mall Pelayanan Publik di Jalan Veteran itu banyak pemohon yang hendak mengajukan berkas. Mereka terlihat duduk cemas sembari membawa map.

Banyaknya pemohon ini ditengarai proses pencetakan, misalnya e-KTP kurang maksimal. Sehingga tidak bisa menampung banyaknya pemohon yang mengajukan. Kondisi ini sudah sering terjadi, kiranya perlu terobosan baru untuk mengatasi masalah ini.

Kepala Disdukcapil, Chosim mengakui bahwa pihaknya minim alat pencetakan. Sehingga pemohon harus sedikit bersabar menunggu. "Memang kami akui minim alat pencetakan," katanya kepada blokBojonegoro.com, Rabu (6/2/2019).

Ia mengklaim bisa melayani 600 pomohon e-KTP dalam sehari. Namun faktanya, pemohon semakin banyak. Akibatnya, ruangan pelayanan penuh seperti lautan manusia. Tidak jarang aksi dorong sesama pemohon pun terjadi.

Jika sebaliknya alat pencetakan memadai, tentu ruang pelayanan Disdukcapil tidak akan banyak orang. Terlebih berjubel, berdesakan dan saling dorong. Dapat dipastikan pelayanan akan maksimal lantaran memiliki peralatan yang cukup memadai.

Kondisi yang cukup memprihatinkan ini sudah berlangsung dua hari yang lalu. Namun, hingga saat ini kondisi masih sama, terlebih pemohon juga bertambah. Pihak Disdukcapil pun tidak mau jika kondisi ini terus terjadi lantaran tidak nyamanan.

"Kita berharap bahwa persoalan ini secepatnya ada solusi, sebab kami pun juga semaksimal mungkin memberikan pelayanan," tutup Chosim. [yud/mu]

Tag : disdukcapil, e-ktp



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat