06:00 . Inilah Lirik Ulama Bergerak dari Slank   |   05:00 . Slank Kado NU Lagu 'Ulama Bergerak'   |   23:00 . Diguyur Hujan, Cak Lontong Hingga Slank Hibur Nahdliyyin di Gelora Delta   |   20:00 . Besok Wapres RI Resmikan Proyek Lapangan Gas JTB Bojonegoro   |   19:00 . Inilah Lirik, Arti dan Keutamaan Sholawat Asyghil   |   18:00 . Pengeras Suara Mati, Sholawat Asyghil Menggema   |   17:30 . Merinding, 12.000 Banser di 1 Abad NU   |   17:00 . Disalami Presiden, Banser NU Mewek   |   16:30 . Parade Drumband Banser Dipuji Presiden Jokowi   |   16:00 . Erick Thohir: Energi Positif NU Perkuat Nilai Kebangsaan   |   15:30 . Paduan Suara UINSA Pakai Baju Adat   |   15:00 . Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Intens Survei Kepuasan Masyarakat   |   14:00 . Presiden: NU Akan Tumbuh Semakin Kokoh Masuk Abad Kedua   |   13:30 . Lautan Manusia di 1 Abad NU   |   13:00 . Baznas RI Salurkan 350 Kambing Program Balai Ternak Jadid Farm   |  
Wed, 08 February 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Nasib Persibo Pasca Rusuh di Nganjuk

Tunggu Keputusan Asprov, Manajemen Persibo Minta Maaf

blokbojonegoro.com | Monday, 07 October 2019 10:00

Tunggu Keputusan Asprov, Manajemen Persibo Minta Maaf

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Manajemen Persibo Bojonegoro meminta maaf atas peristiwa masuknya para suporter yang terjadi di Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (5/10/2019) lalu.

Sebab, kericuhan pada laga putaran kedua grup A Liga 3 Jatim 2019 yang mempertemukan Persibo dengan Nganjuk Ladang FC tersebut, mengakibatkan official pertandingan mengalami luka memar, lantaran dikejar dan dipukul oleh suporter yang masuk lapangan.

"Kami dari pihak manajemen mohon maaf atas kejadian insiden kemarin yang terjadi di Nganjuk," ungkap Humas Manajemen Persibo, Ibnu Muttaqin.

Ia juga menyayangkan dengan adanya suporter yang masuk lapangan. Walaupun Ibnu Muttaqin juga merasakan kekecewaan yang dialami oleh para suporter terhadap kepemimpinan wasit Johan Cruyf Al Majid yang sangat merugikan Persibo. Bahkan, pelatih Persibo terlihat beberapa kali melakukan protes keras ke pengawas wasit, tetapi tidak ada respon juga.

"Semoga pertandingan selanjutnya tidak terjadi lagi seperti di Nganjuk dan semua harus wajib mengevaluasi, jangan hanya menyalahkan pihak sebelah," lanjut Ibnu sambil minta maaf.

Sampai saat ini pasca insiden tersebut, pihak manajemen Persibo masih menunggu surat resmi dari Asprov PSSI Jatim. Apabila Komisi Disiplin memberikan keputusan sanksi kepada Persibo, langkah selanjutnya adalah melakukan pembahasan bersama manajemen.

"Apapun yang diputuskan oleh Asprov PSSI maupun Komisi Disiplin akan kita taati dan selanjutnya akan kita bahas bersama," tutup Ibnu kepada blokBojonegoro.com. [din/mu]

Tag : persibo, liga 1, liga 2, liga 3, liga 3 jatim



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more