BPKAD: Turunnya DBH Migas Program Prioritas Harus Didahulukan

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas 2020 mendatang,  nantinya cukup berdampak pada postur APBD Bojonegoro. Selama ini postur anggaran APBD didapat paling banyak dari DBH Migas. Dengan adanya penur­unan DBH migas, BPKAD Bojonegoro memastikan program sk­ala prioritas bakal diutamakan lebih dulu dalam pem­bangunan Bojonegoro.

"Turunnya DBH Migas bakal berdampak pada pembangunan di Bojonegoro," kata Kepala BPKAD Bojonegoro, M Ibnu Soeyuti.

Pria yang disapa Ibnu mengungkapkan penurunan DBH migas pastinya sudah dapat diprediksi, pada saat penyusunan penganggaran APBN 2020 mendatang. Dengan pengganggran APBN itu pasti bisa dihitung terkait Penganggaran APBD juga.

"Meski turun, dan hanya menerima 954 milyar, namun masih ada simpanan pagu anggaran 1.5 Triliyun di pusat, dari pagu awal sebesar 2.5 Triliyun," terang Ibnu kepada blokBojonegoro.com.

Masih kata Ibnu, Meski DBH migas turu­n, nanti sisa pagu itu dimasukkan ke AP­BN perubahan, guna mengantisipasi adanya kurang bayar saat program pembangunan Bojonegoro dilaksanakan.

Perlu diketahui, bahwa DBH Migas di 2018 yang dite­rima Bojonegoro seb­esar Rp 2,281 triliun, jumlah itu meningkat dari target yakni sebesar Rp 943 miliar. Bahkan dengan jum­lah tersebut DBH migas sebelu­mnya diprediksi meni­ngkat menjadi Rp 2,9 triliyun.[saf/ito]