20:00 . Pengurus Perkumpulan Jamaah Tahlil Perempuan di Bojonegoro Resmi Dilantik   |   19:00 . Gandeng Lakpesdam NU, Kominfo Dorong Masyarakat Cakap Literasi Digital   |   18:00 . Buruh Aksi di Gubernuran, Ini Hasil Audiensi RTMM SPSI dengan Para Stakeholder Pemprov Jatim   |   17:00 . Makam Diduga untuk Ritual Pesugihan Dibongkar, Isinya Mengejutkan   |   16:00 . 295 WBP Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan, 6 Napi Langsung Bebas   |   15:00 . DWP Kemenag Bojonegoro Gelar Deteksi Dini IVA Test dan Sadanis Gratis   |   13:00 . 49 SMA di Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka   |   09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |  
Thu, 11 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kunjungan Presiden Jokowi

Peluang Pasar Rp50 T, Pertamina Kembangkan Kilang TPPI Jadi Industri Petrokimia Terintegrasi

blokbojonegoro.com | Saturday, 21 December 2019 17:00

Peluang Pasar Rp50 T, Pertamina Kembangkan Kilang TPPI Jadi Industri Petrokimia Terintegrasi

Reporter: Khoirul Huda / blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Pertamina siap mengembangkan area kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi pusat industri petrokimia yang terintegrasi dengan kilang nasional.

Presiden Jokowi didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama Tuban Petro meninjau langsung kawasan TPPI yang akan dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional di Tuban, Sabtu (21/12/2019).

Nicke Widyawati menyatakan peluang pasar bisnis petrokimia di Indonesia sekitar Rp40 sampai Rp50 triliun per tahun. Selain itu, bisnis petrokimia mempunyai margin lebih tinggi dibanding BBM.

"Pembangunan komplek industri Petrokimia akan lebih menjamin keberlanjutan bisnis perseroan, karena sesuai dengan trend bisnis masa depan," ujar Nicke.

Pembangunan industri Petrokimia, lanjut Nicke, juga akan lebih efisien, karena  dintegrasikan dengan kilang, sehingga produk samping petrokimia dapat dimanfaatkan kembali oleh kilang baik untuk bahan bakar kilang itu sendiri maupun dapat menjadi produk BBM.

"Infrastruktur penunjang dan utilitas dapat juga dimanfaatkan secara bersama-sama dengan menurunkan biaya energi hingga 10% dan biaya personel turun 10%, sehingga biaya operasional turun sampai 15%," imbuh Nicke.

Langkah mengintegrasikan kilang TPPI untuk pengembangan industri petrokomia dilakukan Pertamina dengan melakukan aksi korporasi pembelian saham seri B TubanPetro yang merupakan induk usaha TPPI, senilai Rp3,1 triliun, sehingga Pertamina saat ini menguasai saham mayoritas 51 persen.

“Aksi korporasi ini dimaksudkan untuk mengembangkan industri petrokimia nasional yang nantinya akan memberikan dampak bagi pengembangan industri turunannya di tanah air,” terang Nicke.

Nicke menjelaskan, restrukturisasi TubanPetro juga merupakan bagian dari kilang Pertamina yang mengutamakan aspek fleksibilitas (flexibility), di mana mode kilang bisa beralih baik mode petrokimia ataupun mogas. Hal ini membuat produksi kilang dapat menyesuaikan dengan permintaan pada saat beroperasi.

Selain itu, dengan pasokan bahan baku yang terintegrasi antara satu kilang dengan kilang lainnya, diharapkan juga bisa meningkatkan efisiensi baik sisi pengeluaran operasional maupun pengeluaran modal, sehingga meraih keuntungan (profitability) yang maksimal. Dengan tingkat keuntungan yang maksimal, maka proyek-proyek kilang Pertamina mampu menjadi bisnis yang berkelanjutan (sustainability) ke depannya.

“Jadi jelas bahwa proyek kilang kami yang sedang berjalan akan menjadi bisnis yang berkelanjutan karena dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan didukung integrasi baik sesama kilang maupun infrastruktur Pertamina lainnya,” ujar Nicke.

Pertamina sendiri akan mengembangkan pembangunan pabrik baru serta melanjutkan pembangunan komplek olefin dan polyolefin di kawasan kilang TPPI di Tuban. Dengan pembangunan tersebut, maka TPPI akan menjadi komplek petrokimia yang terintegrasi menghasilkan produk-produk aromatik dan olefin.

Pada saat yang sama, melalui proyek RDMP dan GRR, Pertamina juga sedang membangun kilang Tuban dengan investasi US$16 miliar, yang nantinya akan memiliki fasilitas produksi petrokimia dengan produk polypropylene sebanyak 1.200 ktpa, paraxylene 1.300 ktpa dan polyethylene 750 ktpa.

“Pembangunan industri petrokimia nasional akan turut memperkuat neraca perdagangan, menghemat devisa dan mengurangi impor bahan baku dan produk petrokimia,” pungkas Nicke. [rom]

Tag : pertamina, kilang tuban, kunjungan presiden, presiden jokowi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat