08:00 . Petugas Gabungan Perketat Titik Penyekatan Kedewan-Cepu   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   19:00 . Pasca Macet....!!! Jembatan Glendeng Ditutup   |   18:00 . Macet...!!!! Kondisi Jembatan Glendeng saat Lebaran   |   17:00 . Renginang Jajanan Jadul Saat Lebaran   |   16:00 . AJI Sesalkan Penggunaan Data Jurnalis Sepihak oleh Pemkab Bojonegoro   |   15:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Sementara   |   14:00 . Lebaran, Harga Daging Sapi Merangkak Naik   |   13:00 . BAB di Bengawan, Bocah 13 Tahun Tenggelam   |   07:00 . Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?   |   17:00 . Umat Katolik Bojonegoro Rayakan Kenaikan Isa Al Masih   |   16:00 . Bupati Bojonegoro dan Forkopimda Salat Ied di Masjid Agung Darrusalam   |   15:00 . Lebaran, Minuman Herbal Kekinian Banjir Pesanan   |   13:00 . Lebaran Agrowisata Belimbing Ngringinrejo Tetap Buka   |   11:00 . Libur Dua Hari, Berikut Jadwal Jam Operasional Kantor Selama Lebaran   |  
Sat, 15 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

9 Cara untuk Bantu Anak Atasi Kecemasan Jelang Ujian

blokbojonegoro.com | Thursday, 10 December 2020 07:00

9 Cara untuk Bantu Anak Atasi Kecemasan Jelang Ujian

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Menjelang ujian, anak-anak biasanya diminta belajar agar mendapat nilai yang baik. Namun tak sedikit dari mereka yang mengalami kesulitan saat menghadapi persiapan ujian.

Anak-anak bisa saja takut menghadapi ujian sehingga mengalami keringat dingin, sulit tidur hingga merasa cemas.

Lalu apa yang bisa dilakukan orangtua?

Pendidik kesehatan kebugaran Jane Pernotto Ehrman, MEd, RCHES, ACHT, membagikan sembilan cara untuk membantu anak-anak agar berhasil mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Berikut tipsnya:

1. Fokus pada hal positif

Mulailah memperhatikan banyak hal yang sudah dilakukan anak dengan baik - dan beri tahu mereka apa saja sisi baik itu. Misalnya apresiasi niat mereka karena sudah mau belajar.

Sebaliknya, orangtua disarankan untuk tak terus-menerus mengingatkan pentingnya meraih nilai ujian yang tinggi, bahkan sampai mengancam mereka jika tak berhasil meraihnya.

Hal ini justru membuat mereka akan semakin tegang jelang menghadapi ujian.

2. Perkuat kebiasaan sehat

Beri anak-anak nutrisi yang lengkap dan minta untuk tidur tepat waktu beberapa hari sebelum ujian berlangsung.

3. Hindari musik, TV dan ponsel

Bantu anak fokus dengan meminimalkan gangguan di sekitarnya. Matikan musik, TV, dan perangkat lain selama sesi belajar.

4. Bantu anak-anak membayangkan kesuksesan

Seperti atlet profesional yang mempersiapkan pertandingan, anak-anak dapat berlatih mengerjakan ujian dengan percaya diri dan tenang, menjawab pertanyaan dengan baik.

Latihan soal ini akan mempersiapkan mental mereka dalam menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Setelah anak menyelesaikan sesi belajarnya, dorong mereka untuk menjauh dari buku dan beristirahat sejenak untuk menyegarkan diri.

5. Biarkan tidur siang setelah sesi belajar

Biarkan anak-anak yang lelah tidur siang setelah belajar. Tidur akan membantu mengunci informasi ke dalam memori.

6. Ajak anak-anak jalan-jalan mencari udara segar

Ajak anak jalan keluar rumah untuk mencari udara segar, namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Hal ini akan membuat pikiran dan jiwa menjadi rileks jelang ujian.

Selain itu, istirahat dan relaksasi sangat penting untuk kesuksesan hari ujian. Ehrman menyarankan untuk menjadikan keduanya sebagai prioritas terutama pada malam-malam menjelang hari ujian.

7. Jauhkan gawai di malam hari

Jauhkan gawai di malam hari. Gawai di kamar anak akan membuat mereka berkeinginan untuk mengeceknya dan membuat waktu tidurnya terpotong.

8. Bantu anak-anak bersantai dan menyegarkan diri

Praktik relaksasi dapat membantu anak-anak fokus. Meditasi dan relaksasi setiap bagian tubuh (mulai dari kaki dan berakhir di bagian atas kepala) dapat meningkatkan kinerja dan menghadirkan rasa tenang.

9. Ingatkan anak-anak untuk menarik napas dalam dan sering

Stres dan kecemasan yang tinggi memicu pernapasan yang dangkal. Ini akan mengurangi asupan oksigen ke otak, menghambat daya ingat, fokus, dan konsentrasi pada waktu ujian.

Hal ini akan membuat mereka lupa materi yang telah dipelajari di malam sebelumnya.

Untuk itu, ajarkan anak sering-sering menarik napas dalam-dalam, terutama saat menjawab pertanyaan selama ujian.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat