07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |   10:00 . Diduga Pecah Ban, Truk Box Oleng Tabrak Pagar Koramil 0813-06 Bojonegoro   |   07:00 . Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!   |   19:00 . Inilah Nama-Nama Mutasi Pejabat Pemkab Bojonegoro   |   18:00 . Sinergi Dinas PMD dan Bapenda Dampingi Desa Deteksi Dini Objek Pajak Terkendala   |   16:00 . Ini Spek Lengkap Toyota Rush, Kendaraan Camat se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Stigma Buruk Menjadi Kendala dalam Penanggulangan HIV/AIDS   |   14:00 . Kasus HIV di Bojonegoro Mencapai 217 kasus, 2 Persen di Atarannya Anak-anak   |   13:00 . Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur Meningkat   |   12:00 . EMCL Bersama Tim Aku Sehat Giat Pelatihan Pengolahan Kreasi Makanan Toga Cegah Stunting Balita   |   07:00 . 5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak, Benarkah Susu Formula Turunkan Kecerdasan Anak?   |  
Sat, 03 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Benarkah Putus Cinta Bisa Bikin Depresi? Ini Penjelasan Psikolog

blokbojonegoro.com | Monday, 16 August 2021 07:00

Benarkah Putus Cinta Bisa Bikin Depresi? Ini Penjelasan Psikolog

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Sedih berkepanjangan erat dikaitkan sebagai salah satu ciri-ciri depresi. Apakah sedih karena putus cinta bisa menyebabkan depresi?

Saat putus cinta, wajar saja jika diri merasa sedih. Tetapi jangan keliru untuk menyebut diri juga depresi ketika tinggal kekasih. Sebab sedih dan depresi sebenarnya respon emosi yang berbeda.

Perasaan sedih atau stres ketika mengalami kejadian menyakitkan, seperti putus cinta, kehilangan pekerjaan, masalah keuangan ataupun sakit, sebenarnya wajar terjadi.

"Stres itu merupakan reaksi tubuh yang wajar. api menjadi depresi adalah ketika kita menyadari bahwa harusnya masalah putus cinta, 2 minggu kemudian harusnya sudah lebih tenang," jelas Psikolog Klinis Ida Bagus Jendra dalam siaran langsung Instagram, Sabtu (16/8/2021).

Stres bisa disebut depresi saat perasaan sedih terus menetap selama lebih dari dua minggu.

Tak hanya itu, lanjut Bagus, tetapi emosi tersebut hingga mempengaruhi tubuh dalam aktivitas sehari-hari.

"Bedanya stres dengan depresi adalah depresi itu cenderung menetap. Kita ukur lebih dari 2 minggu kita merasa tertekan, masih putus asa, itu bisa menjadi gejala awal dari depresi," jelasnya.

Dalam kasus putus cinta, jika selama dua minggu masih belum bisa menerima kenyataannya dan masih merasa tertekan hingga mempengaruhi aktivitas harian, Bagus menyarankan segera mencari bantuan profesional melalui psikolog.

Sebab depresi yang terus dibiarkan, meski awalnya masih ringan, bisa semakin buruk hingga menyakiti diri sendiri.

"Salah satu ciri dari gangguan depresi yang berat adalah adanya keinginan bunuh diri, ingin melukai diri sendiri, tidak merasa dirinya berguna, tidak bermanfaat. Itulah yang menjadi ciri khas dari gejala gangguan depresi berat, bahkan 80 sampai 90 persen orang yang bunuh diri itu disebabkan oleh depresi," jelasnya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat