18:00 . Pakar Stikosa AWS: Gen Z dalam Pilkada 2024 Jangan hanya Dijadikan Obyek!   |   10:00 . Pamit Berjemur di Depan Rumah, Pria di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Irigasi   |   09:00 . Polsek Kapas Sita Belasan Liter Miras saat Razia   |   08:00 . Klinik Aswaja, dari Forum Konsultasi Mahasiswa Unugiri Hingga 'Nguri-Nguri' Ngaji   |   21:00 . Kejari Periksa 150 Kades di Bojonegoro Soal Mobil Siaga   |   20:00 . Rugby UNUGIRI Bojonegoro Raih Juara 3 Kejurnas Mahasiswa di Surabaya   |   19:00 . Lomba Mewarnai, Ramaikan Harlah YPSPP Ulul Albab Plesungan   |   18:00 . Presiden Jokowi Teken PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera   |   17:00 . Berantas Rokok Ilegal, Satpol-PP Jatim Sosialisasi di Bojonegoro   |   14:00 . Selama Penyidikan, Kejari Periksa 150 Kades di Bojonegoro Soal Mobil Siaga   |   10:00 . KPU Bojonegoro Lantik 1.290 PPS untuk Pilkada 2024   |   09:00 . Sebuah Pesan untuk Guru dan Siswa   |   08:00 . Jamaah Haji Meninggal di Masjidil Haram, Kemenag Bojonegoro Kunjungi Rumah Duka   |   07:00 . Kenakan Pakaian Adat, MIN 1 Bojonegoro Lepas 159 Siswa   |   20:00 . Gali Potensi Istimewa Mahasiswa, BEM KM UNUGIRI Adakan Kajian Filsafat   |  
Thu, 30 May 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dana Kompensasi Rp7 Miliar dari PT WBS Diduga Ditilap Pemdes Sumuragung

blokbojonegoro.com | Thursday, 30 November 2023 10:00

Dana Kompensasi Rp7 Miliar dari PT WBS Diduga Ditilap Pemdes Sumuragung

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Sebanyak Rp7 Miliar uang kompensasi untuk warga Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro dari PT Wira Bhumi Sejati (WBS) diduga tak tersalurkan. Uang kompensasi selama sekitar 6 tahun itu, diduga tersangkut atau diselewengkan Pemerintah Desa setempat.

Hal tersebut, diungkapkan salah satu warga Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, H. Afandi saat melakukan audiensi dengan DPRD Bojonegoro soal kompensasi warga terdampak perusahaan tambang batu kapur milik PT WBS, yang disalurkan ke Pemdes Sumuragung

Menurutnya, kedatangannya itu, untuk meminta wakil rakyat agar mengklarifikasi Pemdes Sumuragung yang telah menerima Rp7 Miliar. Namun tak tersalurkan dengan jelas kepada warga. Bahkan, selama 6 tahun PT WBS beroperasi, mereka hanya menerima beras sedikitnya 25 hingga 35 kilogram saja.

"Kami berharap pihak-terkait dapat mengklarifikasi kemana uang (kompensasi) itu," ungkap Afandi, di Ruang Paripurna DPRD Bojonegoro, Rabu (29/11/2023).

Sebab, menurut Afandi, selama ini warga tidak pernah mempunyai akses untuk mengetahui pengelolaan dana kompensasi dari operator tambang galian C yang telah diserahkan ke Pemdes setempat.

Mereka mengaku jika selama ini telah berupaya mengklarifikasi kepada pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Sumuragung sebagai tuan rumah dimana operator tambang galian C itu beroperasi, namun tidak pernah diberikan kejelasan.

"Waktu kami melakukan aksi di desa, pihak Pemdes tidak mau menjawab, terlebih ketika dalam posisi terjepit," paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto mengatakan, pihak DPRD telah mengundang Kepala Desa Sumuragung, Matasim untuk mengklarifikasi beberapa hal, dan waktu itu kades dan perangkat desa yang hadir. Saat itu DPRD minta membuat laporan perincian pertanggung jawaban, dan mereka menyampaikan sudah dilakukan musyawarah desa (musdes) tiap bulannya.

"Saya tanya, kalau ada musyawarah desa, seharusnya ada dokumentasi, ada berapa yang hadir, siapa saja yang hadir,” katanya.

Politisi Partai Demokrat itu menduga, Pemdes Sumuragung telah menyalahgunakan uang tersebut. Maka dari itu, dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah, dalam waktu dekat pihaknya akan menghadirkan Pemdes Sumuragung, PT WBS, Camat, dan seluruh pemangku kebijakan yang terlibat.

"Sekali lagi, Pemdes sudah kita panggil, ini kan bukan uang kecil, Rp4 sampai Rp7 milyar itu harus jelas penggunaannya, uang sebesar itu diberikan kepada siapa, dan digunakan untuk apa, ini harus sangat detail. Masak uang 4 sampai 7 milyar tidak bisa membuat laporan," tegasnya.

Sementara itu, Manajer Operasional PT WBS, Ade Irawan Aprilianto dan Kades Sumuragung, Matasim ketika dikonfirmasi perihal kompensasi tersebut, sama sekali tak merespon pesan yang dilayangkan blokBojonegoro.com melalui pesan Whatsapp. [riz/mu]

 

Tag : Dugaan korupsi, Korupsi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat