Pengirim: Puput Suriyah
blokBojonegoro.com - Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul 'Revitalisasi Kesenian Thengul Bagi Penduduk Desa di Sekitar Geoheritage Kayangan Api untuk Mendukung Edu-Wisata Geopark Nasional Bojonegoro Menuju UNESCO Global Geopark' resmi dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro tahun 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Program Pengabdian kepada Masyrakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui pendanaan tahun anggaran 2025 dengan skema PMM (Pemberdayaan melalui Mahasiswa) yang diintegrasikan dalam pelaksanana KKM IKIP PGRI Bojonegoro.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah pelestarian dan penguatan kembali eksistensi kesenian tradisional Thengul, sebuah seni pertunjukan khas Bojonegoro yang memiliki nilai budaya dan edukatif tinggi, namun mulai mengalami penurunan minat di tengah masyarakat.
Geoheritage Kayangan Api, sebagai salah satu situs geologi unggulan dalam kawasan Geopark Nasional Bojonegoro, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi edu-wisata budaya.
Namun demikian, dukungan konten budaya lokal seperti seni pertunjukan masih sangat dibutuhkan untuk memperkaya pengalaman wisata dan memperkuat identitas lokal.
Oleh karena itu, kegiatan PKM ini berupaya untuk menghidupkan kembali kesenian Thengul melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat desa yang tinggal di sekitar kawasan Kayangan Api.
Selama pelaksanaan program, tim PKM melakukan berbagai kegiatan strategis, seperti pelatihan tari Thengul bagi remaja desa, workshop pembuatan properti dan kostum pertunjukan, pelatihan penceritaan dan narasi lokal, dan produk unggulan.
Selain itu, tim juga memfasilitasi kolaborasi antara pelaku seni lokal, pemerintah desa, dan komunitas wisata agar terbentuk ekosistem seni budaya yang berkelanjutan.

Salah satu puncak kegiatan adalah diselenggarakannya pelatihan merias wajah penari thengul & produk unggulan berbasis thengul yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bentuk nyata promosi potensi wisata budaya kepada khalayak luas.
Ari Indriani selaku ketua PKM menyampaikan, melalui program ini, diharapkan kesenian Thengul tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan identitas budaya bagi masyarakat sekitar.
"Kita berharap Thengul tidak hanya terjaga kelestariannya, tapi lebih dari pada itu juga mampu jadi nilai tambah salah satunya di sektor ekonomi bagi warga sekitar," jelas Ari Indriani.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung pengembangan Geopark Nasional Bojonegoro agar dapat meraih pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.
Dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini diharapkan menjadi model pengabdian yang berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan pelestarian budaya di era modern. [mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published