Kemenkeu dan Puspenma Kemenag Bahas Akselerasi Penyaluran Beasiswa

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan bersama Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) tengah membahas akselerasi penyaluran beasiswa. Hal ini dibahas bersama dalam rekonsliasi anggaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2022-2024.

Hadir dari LPDP Kemenkeu, Kepala Divisi Keuangan Juni Damanik, Kepala Divisi Pelayanan Beasiswa Gendro Hartono, serta Kepala Divisi Kerja sama dan Pengembangan LPDP Agam Dwi Bayu Suryanto. Pertemuan ini membahas rekonsiliasi penyaluran pada Semester 1, mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2025.

Kepala Puspenma Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori mengatakan bahwa rekonsiliasi (pemadanan) data beasiswa sangat penting, untuk mengetahui progress penyaluran beasiswa dan masalah-masalah yang terjadi.

“Beasiswa menjadi piranti penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, dan Dana Abadi Pendidikan (DAP), yang dikelola LPDP berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga menjadi momentum terbaik,” terang Ruchman di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Alumni UIN Walisongo ini mengaku sulit memberikan anggaran beasiswa Kemenag yang memadai jika tidak didukung dana abadi pendidikan. “Melalui DAP maka kita optimis generasi muda di Kemenag dapat terfasilitasi beasiswa dengan baik”, katanya.

Puspenma tahun ini melakukan rekrutmen bagi 1.030 mahasiswa penerima beasiswa program S1, S2 dan S3 Dalam Negeri serta S2 dan S3 Luar Negeri.

Kepala Divisi Keuangan LPDP, Juni Damanik mengatakan bahwa program rekonsiliasi ini penting untuk membahas hal-hal permasalahan yang dialami oleh tim penyaluran. Selain itu, Juni mengingatkan bahwa penyaluran di semester satu ini baru menyerap anggaran sekitar 33%, untuk itu dia berharap BAK anggaran yang telah disepakati oleh LPDP dan Kemenag dapat dimanfaatkan secara efektif.

“Rekonsiliasi ini penting untuk menemukan kendala-kendala yang terjadi saat penyaluran pendanaan beasiswa kolaborasi ini.” Tegas Juni.

Ada sekitar 6.000 data penerima BIB Kemenag yang direkonsiliasi. Mereka terbagi dalam tiga kelompok, yaitu:

Program S1, terdiri atas: S1 Reguler Dalam Negeri, S1 Tahfidz Dalam Negeri, S1 Prestasi Dalam Negeri, S1 PJJ PAI, S1 Prestasi Luar Naegeri, dan S1 PBSB Dalam Negeri;

Program S2, terdiri atas: S2 Reguler Dalam Negeri, S2 Luar Negeri, S2 Double Degree, S2 PBSB Dalam Negeri, S2 PBSB Luar Negeri, dan S2 PBSB Double Degree;

Program S3, terdiri atas: Program S3 5000 Doktor Luar Negeri, S3 Reguler Dalam Negeri, S3 Regular Luar Negeri dan PBSB S3 Dalam Negeri.

Rekon BIB Kemenag berlangsung dari 27-28 Agustus 2025 di Jakarta. Hadir dari unsur Puspenma Kemenag, Ketua Tim Kegiatan Siti Maria Ulfa, Amiruddin Kuba, Tria Sendy Santoso dan Hendro Dwi Antoro, dan Kasubtim Nisa Hertina, Syamsuddin, Asikin, Genny Arifianty, Siska Merridian, Achmad Taufiq, dan Kasubbag TU Sri Agustin M. [mad]