Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com - Krisis air bersih mulai melanda sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro. Untuk mengatasi dampak dari musim kemarau ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mulai mendistribusikan air bersih.
Menurut data yang dihimpun dari BPBD Bojonegoro, pada hari ini (6/9/2025) sedikitnya 6 desa telah meminta air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan beberapa tangki air bersih ke masing-masing desa yang telah mengajukan permintaan bantuan.
“Meskipun pada tahun ini masuk musim kemarau basah, namun kita menerima laporan beberapa desa di Bojonegoro mengalami kesulitan air bersih,” ungkap Heru.
Haru memaparkan, sampai saat ini baru enam desa yang meminta pengajuan air bersih ke BPBD. Yakni, Desa Karangdinoyo, Kecamatan Sumberejo; Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras; Desa Bobol, Kecamatan Sekar; Desa Papringan, Kecamatan Temayang; Desa Meduri Kecamatan Margomulyo; dan satu sekolah yakni SMAN Kepohbaru.
Heru menegaskan, BPBD siap memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Ia juga mengimbau warga yang membutuhkan bantuan segera menghubungi BPBD Bojonegoro atau melapor ke perangkat desa maupun camat setempat untuk diteruskan ke BPBD.
“Jika ada yang mengalami kekeringan, segera menghubungi perangkat desa, agar segera menghubungi kami dan kami distribusikan air bersih,” tuturnya.
Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah tanpa pengawasan, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Langkah pencegahan ini penting untuk mengurangi risiko bencana selama musim kemarau,” pungkasnya. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published