Sejumlah Siswa MTs Plus Nabawi Bojonegoro Diduga Keracunan MBG

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Dugaan keracunan akibat menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak hanya dialami siswa SMAN 1 Kedungadem dan SDN Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Sejumlah siswa MTs Plus Nabawi juga mengalami gejala serupa.

Sekitar lima siswa MTs Plus Nabawi mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG, pada Kamis (2/10/2025) pagi. Mereka merasakan lemas, mual, hingga perut sakit, setelah menyantap makanan tersebut.

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/10/02/ratusan-siswa-sman-kedungadem-bojonegoro-diduga-keracunan-mbg-puluhan-dirawat/]

Salah satu guru MTs Plus Nabawi mengatakan, ada lima siswanya yang diduga keracunan menu MBG pada Kamis (2/10/2025) pagi ini. Kompak merasakan lemas, mual, perutnya sakit.

"Kini, mereka dirawat di Puskesmas Kedungadem," ujar salah satu guru yang enggan ditulis namanya, Kamis (2/10/2025) siang.

Sementara, hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro maupun Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat yang menyediakan MBG tersebut.

Namun, Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat ini tengah inspeksi di Kecamatan Kedungadem perihal serangkaian peristiwa tersebut.

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa SMAN 1 Kedungadem dan SDN Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro diduga keracunan usai menyantap makanan program makan bergizi gratis (MBG).

Kasus pertama terjadi pada Rabu (1/10/2025) siang. Dari 930 siswa SMAN 1 Kedungadem, sebanyak 544 siswa mengeluh pusing, mual, sakit perut, dan diare usai menyantap menu nasi kuning, ayam suwir, tempe kering, dan acar.

“Delapan siswa di antaranya, saat ini dirawat di Puskesmas Kedungadem,” ungkap Kepala Desa Trumbasanom, Juminto, Kamis (2/10/2025).

Juminto membeberkan, data tersebut valid, sebab bersumber dari pihak sekolah dan puskesmas setempat. Ia menambahkan, menu MBG yang disajikan terindikasi tidak layak konsumsi. “Nasi kuning itu sedikit berlendir, tempenya pahit, acar terlalu asam, dan ayamnya agak basi,” tutur Juminto.

Selanjutnya, hari ini, Kamis (2/10/2025) pagi, kasus serupa juga menimpa siswa SDN Tumbrasanom. Seorang guru menyebut ada tujuh siswanya yang mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG. “Kini, mereka dirawat di Puskesmas Kedungadem,” ujarnya.

Bahkan, beberapa siswa dikabarkan sempat dirujuk ke RSUD Sumberrejo, untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. [riz/mad]