Panas Ekstrem Melanda Bojonegoro, Ini Sebabnya!

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Fenomena panas menyengat melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir. Sehingga, suhu di Kabupaten Bojonegoro kerap membuat gerah warga setempat, terlebih saat siang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa intensitas panas di wilayah ini tergolong tinggi dan terasa sangat menyengat, terutama pada siang hari.

Melalui media sosial resminya, BMKG menjelaskan bahwa fenomena panas ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir November 2025. 

Kondisi tersebut dipicu oleh gerak semu matahari atau kulminasi, yakni peristiwa ketika posisi matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sebelum bergeser ke selatan. Biasanya, fenomena ini terjadi pada periode September hingga Oktober setiap tahunnya.

Menurut data dari situs Weatherspark, musim panas di Bojonegoro berlangsung sekitar 2,1 bulan, mulai 3 September hingga 5 November, dengan suhu tertinggi harian rata-rata di atas 34°C. Bulan Oktober menjadi periode terpanas, dengan suhu terendah sekitar 25°C dan tertinggi mencapai 34°C.

Sementara itu, musim dingin di Bojonegoro diperkirakan berlangsung selama 3,2 bulan, dari 17 Desember hingga 22 Maret, dengan suhu harian rata-rata di bawah 32°C. Bulan terdingin biasanya terjadi pada Januari.

Kondisi panas ekstrem ini berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti dehidrasi, heatstroke (serangan panas), hingga kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan.

Menyikapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Bojonegoro agar membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada jam-jam puncak panas antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo, Kamis (16/10/2025).

Agus juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih secara berkala guna mencegah dehidrasi, serta menghindari minuman berkafein, beralkohol, atau terlalu manis yang dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.

“Gunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, dan perhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan penyakit kronis. Jangan pernah meninggalkan siapa pun di dalam mobil yang terparkir, karena suhu di dalam mobil bisa meningkat sangat cepat,” pungkasnya. 

Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat Bojonegoro untuk tetap waspada serta mengikuti pembaruan informasi cuaca dari sumber resmi. [riz/mad]