Reporter: Muharrom
blokBojonegoro.com - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro membuat Deklarasi Damai, Selasa (23/12/2025) di Kantor FKUB Jl. Trunojoyo, Kota Bojonegoro.
Sebelumnya, aksi serupa telah dilakukan dengan kolaborasi Pemerintah Kabupaten dan Polres Bojonegoro pada Jum'at 19 Desember 2025 bersamaan apel gelar pasukan, seruan moral dan do'a lintas agama.

Dikemas dengan Coffee Morning, FKUB Bojonegoro menghadirkan tokoh antar umat beragama, hadir KH. Alamul Huda yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia, juga nampak Ibu Nyai Hj Tjitjik Mursyidah Penasihat Muslimat NU, Romo Sapto Widodo Pastor Paroki Santo Paulus, ketiganya merupakan Dewan Penasihat FKUB Bojonegoro.
Kegiatan diawali dengan do'a akhir tahun yang di bacakan oleh 5 (lima) tokoh antar agama lalu dilanjutkan Pembacaan Deklarasi Damai Nataru yang dipimpin oleh H. Hamafi, MM, Ketua FKUB Bojonegoro.
Kegiatan makin gayeng saat sarasehan yang disampaikan pemaparan tentang Harmoni Beragama oleh Romo Sapto, esensi Rukun Guyub dan Damai oleh Gus Huda (panggilan KH Alamul Huda) dan Aksi Toleransi oleh Hj Tjitjik Mursyidah
Lalu kegiatan ditutup dengan makan bersama tiga tumpeng besar untuk 75 orang umat beragama, kemudian dilanjutkan Rapat Koordinasi Pengamanan Nataru 2025 oleh Satkorcab Banser dan Satuan Kokam yang dipimpin oleh Ketua FKUB Bojonegoro H. Hanafi.
Romo Sapta Widada, Pastor Paroki Santo Paulus Bojonegoro mengatakan, "Harmoni itu seperti alat musik yang berbeda-beda dan menghasilkan nada irama yang indah."
Gus Huda menambahkan, jika esensi hidup yang rukun, guyub, damai itu naluriyah manusia yang harus selalu dirawat agar kehidupan kita makin produktif serta bahagia.
"Sebenarnya hidup bertoleransi itu sudah tercipta, kita tinggal merawat dan mengarahkan agar saling menghargai antar pemeluk agama-agama," tambah Umma Tjitjik Mursyidah. [mu/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published