Belum Terlambat, Ramadanmu Tergantung Pada Rajabmu
Ilustrasi berdoa

Oleh: Ust. Hanif Shofwan* 

blokBojonegoro.com - Rajab adalah awal bulan kebaikan dan waktu untuk introspeksi. ‎Salah seorang ulama salaf pernah menjelaskan dengan berkata: 

رجب بداية أشهر الخير. إنه الشهر الذي يبدأ فيه الإنسان بالاستيقاظ

Artinya: ‎“Rajab adalah awal bulan-bulan kebaikan. Ia adalah bulan ketika manusia mulai sadar (introspeksi).”

‎Mengapa harus terburu-buru untuk introspeksi? Karena Rajab mendahului Sya‘ban, bulan dimana amal-amal diangkat kepada Allah SWT. Dengan demikian, Rajab menjadi bulan penutupan catatan, yakni waktu untuk mengumpulkan amal, memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, sebelum catatan itu diperlihatkan.

‎Seakan-akan Allah SWT, dengan rahmat-Nya, memberi kita kesempatan terakhir untuk merapikan urusan spiritual kita.

‎Bagaimana Salaf Memaknai Rajab? 

Para ulama terdahulu sering menggunakan gambaran yang sederhana namun sangat kuat. Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi berkata:

‎رجب شهر الزرع، وشعبان شهر السقي، ورمضان شهر الحصاد

Artinya: “Rajab adalah bulan menanam, Sya‘ban adalah bulan menyiram, dan Ramadan adalah bulan panen.”

‎Ulama lain mengajarkan:

‎السنة كشجرة: رجب وقت البراعم، وشعبان وقت نمو الأغصان، ورمضان وقت قطف الثمار.

Artinya: “Setahun itu seperti sebuah pohon: Rajab adalah waktu munculnya tunas, Sya‘ban waktu tumbuhnya dahan, dan Ramadan waktu memetik buah (panen). 

‎Perumpamaan-perumpamaan ini mengingatkan kita pada satu hakikat penting, kita tidak akan memanen apapun di bulan Ramadan kecuali apa yang telah kita tanam di Rajab dan kita sirami di Sya‘ban. Siapa yang menyia-nyiakan Rajab berisiko mendapati tangannya kosong saat masa panen tiba.

‎Rajab adalah waktu menanam benih, taubat yang tulus, memperbaiki kebiasaan, dan menghidupkan salat. Sya‘ban adalah waktu merawat semua usaha itu. Sedangkan Ramadan adalah masa memetik hasil dari seluruh jerih payah tersebut.

Dibebaskan dari Api Neraka di Bulan Rajab

Diriwayatkan, bahwa seorang alim jatuh sakit sebelum masuk bulan Rajab. Ia berdoa: “Aku memohon kepada Allah agar menunda kematianku hingga Rajab, karena aku mendengar bahwa Allah SWT memiliki hamba-hamba yang dibebaskan (dari neraka) pada bulan ini. Aku berharap Dia menjadikanku termasuk orang-orang yang dibebaskan itu.”

‎Kisah ini mengingatkan kita bahwa Allah SWT memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka di bulan Rajab, dan bahwa bulan ini adalah kesempatan rahmat yang tidak sepatutnya disia-siakan. 

Para salaf berharap wafat setelah melakukan amal saleh, karena Nabi mengajarkan:

‎أنه عندما يحب الله عبدًا، ييسر له القيام بعمل صالح ويقبضه وهو يمارسه

Artinya: "Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memudahkan hamba itu melakukan amal saleh dan mewafatkannya dalam keadaan sedang mengerjakannya."

‎Makna Rajab bagi Kita Hari Ini

Rajab bukanlah bulan untuk ritual-ritual yang diada-adakan atau praktik-praktik berlebihan. Ia adalah bulan dimana seorang mukmin yang sadar mulai menanam. Ia menanam taubat, kedisiplinan dalam ibadah, dan kebaikan kepada sesama.

‎Inilah bulan ketika kita berkata: 

‎اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan di bulan ini. Anugerahkan kepadaku kemampuan untuk menjalani Rajab, Sya‘ban, dan Ramadan dalam keadaan yang Engkau ridhai.”

Dan ketika Ramadan tiba, insya Allah, kita akan siap memanen buah dari apa yang telah kita tanam hari ini. [mad]

*Anggota Satgas Aswaja NU Bojonegoro