Dari Hari Ibu ke Kebijakan Daerah, PDIP Bojonegoro Dorong Perlindungan Perempuan

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bojonegoro menggelar sosialisasi dan diskusi dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-97 di Panti Marhaen Dr. Taufik Kiemas, Jalan HOS Cokroaminoto, Bojonegoro, Rabu (31/12/2025).

Kegiatan bertema Perempuan dan Kesadaran Politik di Bojonegoro ini diikuti lebih dari 400 peserta yang berasal dari pengurus Sicita, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan, serta Satuan Tugas (Satgas) Cakrabuana. Selain itu juga hadir undangan dari KPU Bojonegoro dan Bakesbangpol wilayah setempat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Bambang Sutriyono, mengatakan peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam politik.

"Hari ini kita memperingati Hari Ibu ke-97. Kegiatan ini kami gelar sebagai bentuk apresiasi DPC PDI Perjuangan Bojonegoro terhadap dua tokoh perempuan paling berpengaruh di PDI Perjuangan," kata Bambang kepada awak media usai agenda.

Ia menyebut dua tokoh tersebut adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Menurutnya, peringatan Hari Ibu tidak sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk mendorong perempuan mengambil peran strategis dalam politik.

"Perempuan memiliki peluang dan andil besar dalam dunia politik. Kami berharap perempuan-perempuan di Bojonegoro bisa menjadi figur seperti Ibu Megawati Soekarnoputri dan Ibu Puan Maharani," ujarnya.

Bambang juga berharap perempuan di Bojonegoro berani tampil dalam kontestasi politik pada Pemilu 2029 mendatang.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa DPC PDI Perjuangan Bojonegoro selalu patuh pada keputusan DPP PDI Perjuangan. Hal itu dibuktikan dengan komposisi kepengurusan DPC yang berjumlah 21 orang, dengan keterwakilan perempuan mencapai 30 persen.

"Mulai Januari hingga Maret 2026, sesuai arahan partai, kami akan menggelar Musyawarah Anak Cabang atau reorganisasi di tingkat kecamatan. Dari 11 PAC, minimal 30 persen kepengurusan wajib diisi perempuan," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh struktur partai harus selalu dekat dan hadir bersama masyarakat. Pihaknya berharap, seluruh struktur, baik di tingkat DPC, PAC, maupun ranting, selalu berdampingan dengan masyarakat Bojonegoro.

Menurutnya, DPC PDI Perjuangan Bojonegoro siap melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau ada masyarakat Bojonegoro yang membutuhkan pendampingan, maka kami akan memperjuangkan seluruh keluhan yang disampaikan. Ketika struktur partai menyatu dengan hati masyarakat, kami optimistis pada 2030 PDI Perjuangan bisa menang di Kabupaten Bojonegoro," tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Bojonegoro, Ariel Sharon, menilai kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi terhadap peran perempuan sekaligus mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam politik.

"Kedepannya, DPC PDI Perjuangan Bojonegoro diharapkan terus memenuhi seluruh mekanisme dan tahapan verifikasi partai politik sesuai ketentuan KPU," katanya.

Ariel menegaskan bahwa ketentuan kuota 30 persen keterwakilan perempuan harus dipenuhi.

"Walaupun sanksinya tidak terlalu berat, jika tidak terpenuhi hal ini dapat berdampak pada citra partai. Terlebih, PDI Perjuangan merupakan partai pemenang Pemilu 2024," pungkasnya.

Pada akhir acara, Bambang Sutriyono menyampaikan kesimpulan penting hasil diskusi. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026, PDI Perjuangan akan mendorong lahirnya kebijakan daerah yang berpihak pada perempuan.

"Tahun 2026 nanti, PDI Perjuangan akan mendorong Raperda Perlindungan Perempuan di Kabupaten Bojonegoro. Saya berada di Bapemperda dan akan mengawal langsung pembahasan Raperda tersebut," tegasnya. [feb/mad]