Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Di sudut halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngasem, deretan pohon muda tampak tumbuh rapi. Bukan sekadar penghijauan biasa, tanaman-tanaman itu menjadi simbol lahirnya keluarga baru sekaligus wujud kepedulian lingkungan melalui program ekoteologi yang kini dijalankan Kementerian Agama.
Kepala KUA Kecamatan Ngasem, M. Miran. QR, menjelaskan bahwa program ekoteologi selalu disosialisasikan kepada setiap calon pengantin (catin) dalam kegiatan bimbingan perkawinan. Menurutnya, konsep ini memadukan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari iman.
"Setiap ada bimbinwin pasti kami sampaikan program ekoteologi ini. Harapannya keluarga baru bisa mencintai pasangan hidupnya sekaligus mencintai lingkungan," ujar Miran.
Ia menambahkan, penghijauan di sekitar kantor KUA juga bertujuan menciptakan lingkungan yang sejuk dan nyaman, sejalan dengan slogan KUA Ngasem “CERIA”-Ceria, Empati, Ramah, Iman, dan Amanah.
Program ini kemudian diterjemahkan secara nyata oleh jajaran KUA melalui aksi penanaman pohon setiap ada momen penting, mulai dari pelantikan pegawai hingga pernikahan.
Penata Layanan Operasional KUA Ngasem, Hamid Al Fajri, mengungkapkan bahwa satu pasangan pengantin diwajibkan menanam minimal satu pohon sebagai bentuk kontribusi lingkungan.

"Setiap ada pasangan menikah, satu pasangan satu pohon. Bahkan saat ada pelantikan P3K kemarin, delapan orang juga menanam pohon di lingkungan KUA," terang Fajri.
Ia menyebutkan, lahan seluas kurang lebih 10 x 15 meter di sekitar kantor KUA kini dimanfaatkan sebagai area penghijauan. Sejak program ini diterapkan mengikuti arahan Menteri Agama yang baru, sudah lebih dari 30 pohon tertanam dan terus bertambah seiring tingginya jumlah pernikahan.
Musim nikah di Ngasem sendiri biasanya memuncak pada bulan-bulan besar dalam penanggalan Jawa dan Islam. Bahkan, menurut Fajri, rekor tertinggi terjadi pada malem songo atau malam sembilan, yakni sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan jumlah pasangan yang menikah bisa mencapai empat hingga lima pasang dalam satu hari.
"Kalau musim nikah ramai, sehari bisa empat sampai lima pasangan. Otomatis pohon yang ditanam juga semakin banyak," ujarnya.
Melalui program ekoteologi ini, KUA Ngasem berharap nilai-nilai keimanan tidak hanya terwujud dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga tercermin dalam kepedulian terhadap alam. Menanam pohon sejak awal pernikahan diharapkan menjadi pengingat bahwa membangun keluarga harmonis juga berarti menjaga bumi tempat hidup bersama. [feb/mad]
https://bani.md/razboi-in-umbra-serverelor-cum-o-companie-rusa-a-organizat-un-atac-impotriva-stark-industries-din-republica-moldova/