Longsor Perbatasan Desa Ngasem-Dukohkidul, Akses Jalan Poros Kecamatan Terancam Putus
Tim dari Kecamatan Ngasem Tengah Meninjau Bagan Jalan yang Longsor Akibat Digerus Hujan

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Longsor terjadi di ruas jalan perbatasan Desa Ngasem dan Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Kerusakan jalan semakin parah karena aliran air hujan dari permukiman warga menggerus bagian bawah badan jalan.

Camat Ngasem Budi Sukisna melalui Kasi Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat (Trantib) Kecamatan Ngasem, Dwi Utomo, menjelaskan bahwa longsor berada tepat di wilayah Desa Ngasem yang berbatasan langsung dengan Desa Dukohkidul. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya sudah bergelombang dan ambles ringan, sebelum akhirnya mengalami kerusakan serius.

"Awalnya jalan itu sudah sedikit ambles dan miring. Karena hujan deras terus-menerus, ditambah aliran air dari rumah-rumah warga meluber melewati jalan, akhirnya menggerus TPT dan membuat jalan semakin rusak," terang Dwi Utomo kepada blokBojonegoro.com, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, di sisi timur jalan terdapat aliran sungai, sementara air dari sisi barat mengalir melintasi badan jalan yang sudah turun permukaannya. Kondisi tersebut mempercepat proses longsor.



Kerusakan parah dilaporkan oleh pemerintah desa setempat sejak 2 Desember lalu. Namun hingga kini, intensitas hujan yang tinggi membuat kondisi jalan terus memburuk.

"Kami sudah koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak kecamatan. Di lokasi juga sudah dipasang garis pengaman serta banner rambu peringatan agar pengguna jalan lebih waspada,” ujarnya.

Dwi menyebutkan, ruas jalan tersebut merupakan jalan poros kecamatan yang menjadi akses penting warga, termasuk jalur pintas menuju Kalitidu tanpa harus memutar jauh.

"Ini akses vital masyarakat. Harapan kami dari pemerintah kecamatan dan instansi terkait segera ada tindak lanjut, karena kalau dibiarkan bisa semakin membahayakan pengguna jalan," tegasnya.

Berdasarkan hasil dokumentasi di lapangan, panjang kerusakan diperkirakan sekitar 50 meter. Namun untuk perbaikan yang kuat dan aman, kemungkinan penanganan akan dilakukan hingga sepanjang 100 meter.

"Kalau hanya diperbaiki di titik longsor saja tidak cukup. Bisa jadi nanti diperkuat sampai seratus meter supaya struktur jalannya benar-benar aman," pungkasnya. [feb/mad]